Jumat, Oktober 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Mengenang Jasa Munir Said Thalib, Pahlawan HAM asal Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Juni 8, 2023 9:05 am
in Pilihan Redaksi
Munir pahlawan HAM asal Kota Batu

Pahlawan HAM asal Kota Batu, Munir Said Thalib yang tewas diracun arsenik 18 tahun silam. Foto: jawapos.com

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Nama Munir Said Thalib kembali bergaung. Gara-garanya, museum HAM Munir yang telah rampung dibangun di Kota Batu, Jawa Timur, namun tak kunjung segera beroperasi. Dalam hal ini, Pemkot Batu tengah menunggu mekanisme APBD yang tak kunjung cair.

Terlepas dari itu, mari mengenang kembali peristiwa yang cukup menghenyakkan sanubari. 19 tahun lalu, pada 7 September 2004, Munir tewas misterius dalam perjalanan pesawat menuju Amsterdam.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Dari hasil otopsi, pria bernama lengkap Munir Said Thalib itu meninggal akibat racun arsenik pada makanannya. Munir sengaja dicekal hanya karena memilih untuk berkeadilan.

BACA JUGA: Operasional Museum HAM Omah Munir Molor, Yayasan: Kami Butuh Kepastian

Munir merupakan sosok aktivis pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) terkenal di masa Orde Baru. Pria asal Kota Batu tersebut dikenal lantang dalam menyuarakan HAM, meski di era kepemimpinan Soeharto yang dikenal otoriter.

Sebab itulah, nama Munir hingga kini tetap bergaung bahkan menjadi ikon perjuangan dalam menuntut keadilan. Saking berjasanya, sosok dan sepak terjang Munir diabadikan di Museum HAM Omah Munir Kota Batu. Namun hingga 2023 ini, museum itu masih tak kunjung beroperasi,

Dilansir dari berbagai sumber, Munir Said Thalib lahir di Malang dari pasangan orang tua Said Thalib dan Jamilah pada 8 Desember 1965. Sejak kecil, Munir terbiasa hidup mandiri. Apalagi setelah ayahnya meninggal dunia, Munir juga pernah bantu-bantu kakaknya berjualan sandal dan sepatu di Pasar Batu.

Kondisi yang serba sulit tak lantas membuat pendidikannya berantakan. Bahkan, Munir tumbuh berprestasi dan dikenal sebagai sosok pemberani saat membela teman-temannya meski berpostur tubuh kecil dan kurus. Munir tercatat pernah bersekolah di SMP Negeri 1 Batu.

Hingga lulus, Munir muda melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Kota Batu hingga melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB). Dari sinilah, nuraninya membela hak orang kecil mulai tumbuh.

Tahun 1990, setelah lulus dari UB, Munir mulai fokus meniti karirnya di bidang hukum dan advokasi. Sejak itulah dia mendapat sejumlah amanah. Mulai menjabat sebagai Ketua LBH Surabaya di Malang, Koordinator Divisi Perburuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH Surabaya, Direktur LBH Semarang, hingga terakhir menjadi Wakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI.

Banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia ia bela mati-matian. Sejumlah kasus pelanggaran HAM yang pernah dia tangani antara lain kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta pada 1997-1998; kasus Tanjung Priok 1984-1998; dan penembakan mahasiswa dalam tragedi Semanggi I dan Semanggi II.

Di tengah perjalanan, Munir memutuskan untuk melanjutkan studinya berkuliah pascasarjana di Universitas Utrecht, Belanda. Namun keputusan ini ternyata membawa petaka bagi dirinya yang kerap merongrong kekuasaan.

Waktu itu, Pesawat Garuda GA-974 yang ditumpangi Munir lepas landas pada 6 September 2004 pukul 21.55 WIB, dari Jakarta menuju Bandara Schippol. Namun Munir merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya usai melahap makanan yang disediakan.

Hingga kemudian tubuhnya tak lagi kuat melawan dosis racun jenis arsenik tersebut. Munir tumbang dan menghembuskan nafas terakhirnya di langit Rumania pada 7 September 2004.

Belakangan diketahui, pelaku pembunuhan Munir itu adalah Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot senior Garuda yang ditunjuk seseorang menjadi eksekutor kematian pahlawan HAM tersebut. Dari serangkaian persidangan, Pollycarpus dijatuhi vonis 14 tahun penjara pada 20 Desember 2005.

Hingga kini, setelah lebih dari 19 tahun kematiannya, nama Munir sebagai sosok pejuang HAM tak lekang oleh waktu. Mimpi dan cita-citanya menegakkan keadilan dan HAM masih dilanjutkan generasi muda hingga kini.

Tak heran jika gambar stensil wajah Munir masih kerap terlihat di berbagai tempat. Mulai di simpang empat jalanan, di sudut-sudut kota, kaos, sampai di media sosial saat ini. ”Kami ada dan berlipat ganda,” begitu bunyi tulisannya disejajarkan dengan wajah Munir.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Hak Asasi ManusiamunirMunir Said ThalibMuseum HAM Munir

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
drama korea

Drama Lee Do Hyun The Good Bad Mother, Penuh Adegan Emosional Ibu dan Anak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.