MALANG, Tugumalang.id – Di antara deratan pahlawan nasional Indonesia, sosok KH Masjkur merupakan sosok inspiratif yang patut dikenang. Lahir di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sosoknya dikenal bukan hanya sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai pahlawan nasional yang berakar kuat dari lingkungan pesantren.
Sejarah perjuangan dan kiprahnya tumbuh dari nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang mengakar di tanah Malang, menjadikannya simbol pahlawan asal Malang yang membawa pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak Lembaga Pendidikan Ajarkan Akhlak ke Generasi Muda
KH Masjkur meneladani sikap kepemimpinan, keberanian, dan keteguhan prinsip dalam memperjuangkan kemerdekaan. Ia menapaki jalan panjang dari berbagai pesantren ternama di Nusantara, hingga akhirnya mendirikan Pondok Pesantren Misbahul Wathan di Singosari pada usia 21 tahun.
Kiprah beliau kemudian merambah ke dunia pergerakan nasional, mengomandoi Laskar Sabilillah saat pertempuran Surabaya, serta menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia (RI) di masa awal kemerdekaan.
Kiprah dan pengabdiannya menjadi teladan bagi generasi muda di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di tahun 2025 ini.
Biografi KH Masjkur dan Jejak Kepahlawanan
KH Masjkur lahir pada 30 Desember 1902 di Singosari, Kabupaten Malang, dari pasangan KH Maksum dan Ny Maemunah.
Ia tumbuh dalam tradisi Islam yang kuat, menimbah ilmu di berbagai pesantren, seperti Pesantren Bungkuk Malang, Kiai Kholil Bangkalan, Siwalan Sidoarjo, Tebuireng Jombang hingga Jamsaren Solo.
Baca Juga: Peran Santri dalam Menjaga NKRI
Selain sebagai santri dan pendidik, pada tahun 1926 ia diangkat menjadi Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Malang dan terus aktif di organisasi keagamaan hingga pengurus PBNU.
Di masa pendudukan Jepang, KH Masjkur bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) dan turut membina Laskar Hizbullah, kelompok pejuang Islam yang kelak berperan dalam Revolusi 1945.
Ia dikenal sebagai komandan Laskar Sabilillah, salah satu laskar paling aktif dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.
Dedikasi dan keberanian KH Masjkur menginspirasi para pemuda Islam untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Selain berjuang di medan laga, KH Masjkur juga dikenal dalam dunia politik. Ia pernah menjadi anggota BPUPKI dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), ikut menyusun dasar-dasar negara dan menerima Pancasila atas pertimbangan keutuhan bangsa.
KH Masjkur dua kali menjabat sebagai Menteri Agama pada 1947-1949 dan 1953-1955, berkontribusi besar pada pembangunan keagamaan dan penguatan umat Islam di Indonesia. Ia pun mengabdi di parlemen dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) hingga tahun 1971.
Penghargaan dan Penetapan Gelar Pahlawan Nasional
Atas dedikasi dan pengabdiannya, Presiden RI menetapkan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 120/TK/Tahun 2018 pada 7 November 2019.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas jasa dan pengaruh sosoknya dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan pesantren, dan kehidupan berbangsa.
KH. Masjkur adalah contoh ulama pejuang yang mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan tanah kelahirannya, Malang. Kepemimpinan dalam pendidikan, pergerakan kemerdekaan, dan posisi strategis di pemerintahan menjadikannya panutan bagi generasi muda.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























