Tugumalang.id – Banyak dari kita yang sering menemukan bungkusan kertas kecil bertuliskan ‘Do Not Eat’ saat membuka kotak sepatu atau tas baru. Benda kecil ini bernama silica gel.
Meski ukurannya kecil dan sering dibuang begitu saja, silica gel merupakan produk teknologi material yang sangat efektif menjaga kualitas barang-barang kesayangan kita tetap awet.
Apa Itu Silica Gel?
Secara ilmiah, silica gel adalah bentuk dari silikon dioksida yang diproses secara sintetis menjadi butiran padat. Berbeda dengan spons yang menyerap air ke dalam volumenya, silica gel bekerja melalui proses adsorpsi atau proses penyerapan partikel, molekul, atau ion pada permukaan bahan penyerap.
Baca Juga: ParagonCorp Sabet 11 Penghargaan di C&T Allė Awards 2025
Menurut penjelasan dari ScienceDirect, silica gel memiliki struktur pori-pori mikroskopis yang sangat luas di bagian dalamnya. Pori-pori ini menangkap molekul air dari udara dan menahannya di permukaan butiran.
Hal ini dapat mempengaruhi tingkat menjadi lebih rendah di dalam kemasan, sehingga bakteri, jamur, dan reaksi kimia akibat oksidasi tidak dapat berkembang.
Kegunaan Silica Gel
1. Melindungi pertalatan elektronik dari jamur
Kamera dan lensa, khususnya, sangat rentan terhadap jamur sensor dan diperlukan biaya perbaikannya mahal jika sampai jamur ini tumbuh disana. Dengan Menyimpan silica gel di dalam tas kamera dapat membantu menjaga kelembapan ideal di bawah 50%.
Selain itu, jika ponsel terkena air, WebMD menyarankan penggunaan silica gel karena dinilai lebih efektif menarik kelembapan keluar dari sela-sela mesin dibandingkan jika menggunakan alat tradisional seperti beras.
2. Menjaga Kualitas kertas dan logam
Kelembapan udara menjadi salah satu musuh utama kertas karena mudah menjadikannya kuning dan rapuh. Dengan menyelipkan silica gel di lemari arsip, dokumen penting dan foto lama akan lebih tahan lama.
Baca Juga: Ratusan Keris Mantan Gubernur Jatim Jadi Koleksi Terbaru Museum Brawijaya Malang
Hal yang sama berlaku untuk alat pertukangan atau perhiasan perak. Penguunaan silica gel dapat mencegah proses oksidasi yang menyebabkan karat dan kusam pada logam.
3. Mencegah Bau Apek pada Pakaian
Selain pada kertas, logam, dan alat elektronik, jamur juga bisa tumbuh di lemari pakaian yang lembab. Jamur ini kemudian menghasilkan bau tidak sedap pada pakaian atau handuk yang disimpan lama.
Disini peran Silica gel dibutuhkan untuk menarik uap air yang menjadi alasan tumbuh jamur. Sehingga pakaian di dalam lemari atau koper tetap segar meskipun disimpan dalam waktu yang lama.
Risiko Pernggunaan Silica Gel
Meskipun memiliki banyak manfaat, namun ada beberapa risiko pernggunaan silica gel yang perlu diperhatikan.
1. Risiko Iritasi dan Dehidrasi
Mengutip Healthline, karena sifatnya yang sangat kuat dalam menarik air, silica gel dapat menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata.
Selain itu, jika butirannya pecah dan debunya terhirup, hal ini dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan ringan.
2. Kandungan Kobalt Klorida
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa tidak semua silica gel sama. Jenis yang berwarna biru biasanya mengandung kobalt klorida, zat yang berfungsi sebagai indikator warna dan akan berubah menjadi merah muda saat jenuh.
Menurut rujukan keamanan dari ScienceDirect, zat tambahan ini dikategorikan dapat mengiritasi dan sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan bahan makanan.
3. Bahaya Fisik bagi Anak dan Hewan
Ancaman terbesar dari silica gel bukanlah racun kimianya, melainkan bentuk fisiknya. Ukurannya yang kecil membuatnya mudah tertelan oleh balita atau hewan peliharaan, yang dapat menyebabkan risiko tersedak atau penyumbatan pada saluran pencernaan.
Sehingga alangkah baiknya jika menjauhkan kantong silica gel dari jangkauan anak-anak, dan hewan peliharaan.
Silica gel adalah alat bantu yang sangat efisien untuk memperpanjang usia pakai barang-barang kita. Selama disimpan dengan benar dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak serta bahan makanan langsung, benda ini adalah solusi murah untuk melawan kelembaban dan jamur.
Jika menemukan bungkusan silica gel di kotak belanjaan, pertimbangkan untuk menyimpannya di wadah kedap udara untuk digunakan kembali nanti.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A


















