Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Mengapa Harus Ada Hari Guru Nasional?

Redaksi by Redaksi
November 25, 2023 3:15 pm
in Ruang Cendekia
Jakfar Shodiq, asisten dosen FIA Universitas Islam Malang.

Jakfar Shodiq, asisten dosen FIA Universitas Islam Malang. Foto/dok pribadi 

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Jakfar Shodiq, asisten dosen FIA Universitas Islam Malang 

Tugumalang.id – Mengapa ada Hari Guru Nasional? Pertanyaan yang sering terlewatkan ketimbang semangat merayakannya. Telah kita ketahui bersama bahwa hari ini adalah hari besar bagi segenap guru di republik ini, tepatnya pada 25 November selalu dirayakan sebagai hari guru nasional.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Tanpa menafikan peran guru sebagai pencetak generasi penerus bangsa, pahlawan tanpa jasa dan lain sebagainya perayaan ini menimbulkan pertanyaan sejak kapan hari guru itu ada? Mengapa harus ada? Dan latar belakang sejarahnya seperti apa?

Dalam kesempatan ini penulis akan memberikan sedikit informasi seputar hari guru nasional yang rutin kita rayakan dalam kurun waktu 29 tahun terakhir. Tepatnya pada tahun 1994 di mana kala itu presiden yang sedang menjabat yakni Soeharto melalui keputusan presiden No 78 Tahun 1994, Tentang Hari Guru Nasional. Maka sejak itulah setiap 25 November selalu dirayakan sebagai hari guru nasional hingga saat ini.

Baca Juga: Dekan FEB Unisma Resmi Closing Interest 2023, Dihadiri 18 Perguruan Tinggi Indonesia

Dengan penetapan tersebut pemerintah berusaha menggiring masyarakat Indonesia untuk lebih pay attention kepada para guru karena guru adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan bangsa setelah orang tua, hingga kemudian digelari orang tua kedua setelah ayah dan ibu.

Walau digelari pahlawan tanpa jasa, sebenarnya guru sangat banyak jasanya bagi kecerdasan anak bangsa, mengapa tidak? Karena tidak akan pernah kita bisa menulis dan membaca opini ini tanpa jasa guru yang telah mengajarkan kita bagaimana cara menulis dan membaca, dan masih banyak lagi jasa-jasa guru yang perlu ribuan halaman jika kita uraikan dalam bentuk tulisan.

Terlepas dari keputusan presiden tersebut sebenarnya yang melatarbelakangi hari guru ini adalah dibentuknya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB), yang kemudian berganti nama menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1912. Dari terbentuknya persatuan ini, organisasi-organisasi lain akhirnya bermunculan juga, misalnya Perserikatan Guru Desa, Perserikatan Normaalschool dan lain sebagainya.

Baca Juga: Zero Wasting Farming, Dosen Unisma Hasilkan Inovasi Telur Rendah Kolesterol

Namun dewasa ini sangat miris jika melihat etika murid-murid kepada gurunya, yang terkadang walau ada gurunya lewat mereka tidak memberikan penghormatan selayaknya murid pada sang guru.

Ada beberapa murid yang melawan ketika guru memarahi yang sebenarnya sang guru sedang mendidik agar tidak mengetahui bahwa yang sedang dilakukan adalah perbuatan salah agar dikemudian hari tidak dilakukan kembali, bahkan pada beberapa kasus guru dilaporkan ke polisi juga dipenjara akibat cara mendidiknya yang agak kasar.

Tak hanya itu dari aspek kesejahteraan ekonomi para guru sangat jauh dari kata sejahtera. Pada beberapa guru yang bekerja sebagai sukwan (suka relawan) di beberapa daerah di pelosok negeri ini hanya mengantongi upah di bawah satu juta per bulan. Sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan jasa-jasa dan pengorbanan para guru itu.

Maka dari itu dengan adanya hari Guru Nasional ini besar harapan untuk membuat kita untuk bisa lebih menghargai para guru terkhusus guru guru yang telah mendidik dan mencetak kita seperti hari ini. Dan juga surat terbuka penulis sampaikan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia juga pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para guru kita.

Editor: Herlianto. A

Tags: guruHari Guru NasionalUnisma Malang

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Para sineas di Malang Raya beserta seluruh aktor Film Serdadu Apel Emas berfoto bersama usai Private Screening di Mopic Cinema.

Balada Apel Kota Batu di Film 'Serdadu Apel Emas' Besutan Sineas Malang Raya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.