Menengok Jajanan Lebaran Bikinan Para Tahanan Lapas Perempuan Malang

  • Whatsapp
Warga binaan Lapas Perempuan Malang, di dapur pembuatan kue. foto: Azmy

MALANG – Selain menjalani rutinitas harian sebagai tahanan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Klas II A Malang juga jago membuat aneka macam kue lebaran seperti nastar, kue salju hingga kastengel.

Salah seorang tahanan perempuan asal Afrika sedang membuat adonan. foto: Azmy

Hal ini rutin dilakukan sejumlah WBP terutama di setiap jelang lebaran. Usut punya usut, kegiatan ini sudah dilakukan sejak 2016. Bahkan hingga kini, produk mereka ini laris manis dan banjir pesanan dari mana-mana.

Seperti diakui salah seorang WBP Lapas Perempuan Klas IIA, Catherine, selama H-14 lebaran ini, dia dan 4 WBP lainnya sudah kebanjiran pesanan. Dalam sehari, mereka bisa membuat jajan mencapai sekitar 4 kilogram kue kering.

Pembina Lapas perempuan mempertontonkan produksi kue warga binaan. foto: Azmy

”Per hari kira-kira bisa sampai 4 kilogram, sudah 2 minggu ini. Tahun ini memang pesanan paling banyak, kebanyakan dari luar kota,” kata tahanan berkebangsaan Afrika Selatan ini pada awak media, belum lama ini.

Catherine sendiri sudah dipenjara sejak 2016 karena kasus narkoba. Dia adalah tahanan seumur hidup. Dengan kesibukan ini dia merasa senang bisa mengisi rutinitas dengan kegiatan positif. ”Apalagi pas banyak orderan, waktu tahanan serasa jadi sebentar,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Perempuan Klas II A Malang, Tri Anna Aryati, sudah dibekali pelatihan ini sejak 2016 silam. Tak hanya berproduksi, mereka juga berupaya memasarkan produknya sendiri baik dari mulut ke mulut hingga media sosial.

Warga binaan lapas perempuan Malang, serius membuat kue pesanan. foto: Azmy

Kata dia, produk WBP ini dinamai D’Lapang. Kepanjangan dari Lapas Perempuan Malang. Sejak digagas, pesanan kue kering ini sudah sampai Jakarta. Untuk harganya juga beragam antara Rp20-35 ribu per ons.

Anna menambahkan, D’Lapang juga menerima pesanan paket dalam bentuk parsel lebaran. Hingga sekarang saja sudah ada 20 paket parsel yang sudah dikirim. Hasil dari pembuatan produk ini juga dinikmati oleh WBP sendiri.

Baca Juga  Komandan Pussenarmed Undang Dr Aqua Dwipayana untuk Tingkatkan Kinerja Prajurit

”Keuntungannya buat mereka sendiri dalam bentuk premi yang disetorkan ke tabungan mereka masing-masing,” jelasnya.

Selain kue kering, mereka juga memproduksi produk lain seperti pakaian, peci dan barang-barang lainnya. ”Semoga kedepannya produk kita bisa dikenal lebih luas lagi,” harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *