Minggu, Agustus 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Marsinah Diculik dan Dibunuh, ‘Pahlawan’ Buruh tanpa Keadilan

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2021 8:18 am
in Catatan
Marsinah, aktivis buruh yang tewas masa Orde Baru dan belum mendapatkan keadilan./tugu malang

Marsinah, aktivis buruh yang tewas masa Orde Baru dan belum mendapatkan keadilan. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Marsinah adalah nama yang akan selalu dikenang dalam sejarah kaum buruh Indonesia. Pemuda buruh yang diculik dan dihabisi pasca memperjuangkan hak-hak kaum buruh di tempat ia bekerja.

Marsinah menjadi simbol perlawanan kaum buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraannya. Dia adalah sosok buruh yang pernah melawan rezim bersama para dedengkot kapitalisnya. Tetapi kemudian dia hilang dibunuh. Pembunuhan di masa rezim Orde Baru yang hingga hari ini tak pernah ada keadilan untuknya.

READ ALSO

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Marsinah lahir di Nganjuk 10 April 1969. Dia seorang aktivis buruh pada masa rezim Orde Baru. Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik pembuat jam arloji di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ditempatkan pada bagian operator mesin bagian injeksi.

Marsinah dikenal sebagai orang yang penuh energi dan pantang menyerah. Meskipun terlahir dari kalangan menengah ke bawah, dia tetap tak mau menyerah pada nasib. Dia juga dikenal pemberani dan lantang menyuarakan keadilan dan penegakan HAM bagi rakyat kecil, termasuk kaum buruh. Saat itu, dia masih berusia 24 tahun. Marsinah diculik dan ditemukan tewas dengan luka penganiayaan.

Dilansir dari YouTube Adi Channel, kejadian bermula dari Pemerintah Suharto mengeluarkan aturan baru untuk menaikkan gaji buruh sebesar 20 persen. Aturan baru itu disambut gembira oleh para buruh di Indonesia, namun tidak bagi sebagian pengusaha. Salah satunya PT. CPS, tempat di mana Marsinah bekerja.

Perusahaan tersebut menolak adanya kenaikan gaji bagi para buruhnya. Ketidakpatuhan perusahaan menyebabkan para buruh yang bekerja di dalamnya memberontak. Merka melakukan mogok kerja pada 3 hingga 4 Mei 1993.

Pada 5 Mei 1993, Yuda Prakosa, pemimpin aksi demo dipanggil menghadap ke kantor Koramil bersama dengan 12 buruh lainnya. Ke 13 buruh itu dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri dari PT. CPS dengan alasan mereka telah melaksanakan rapat ilegal dan menghasut para buruh untuk melakukan mogok kerja.

Mendengar informasi tersebut, Marsinah tak tinggal diam. Ia tidak terima rekan-rekan seperjuangannya diperlakuan seenaknya hanya karena menuntut keadilan dari perusahaan di mana ia bekerja. Marsinah mengorganisir teman-temannya dan melakukan negosiasi terkait pengunduran diri dan masa depan pekerjaan mereka. Dia juga mengatakan bahwa akan menuntut ke Kodim dengan bantuan saudaranya yang berada di Surabaya.

Negosiasi selesai pada pukul 10 malam. Kemudian Marsinah pamit kepada teman-temannya untuk makan malam. Tetapi tak ada yang menyangka bahwa pertemuan malam itu adalah pertemuan terakhir mereka dengan pahlawan buruh tersebut. Dia hilang diculik, sempat dilakukan pencarian selama tiga hari.

Marsinah ditemukan tak bernyawa pada 9 Mei 1993 di Hutan Wilungan, Nganjuk, Jawa Timur dengan tubuh penuh luka. Pergelangannya lecet, tulang panggulnya hancur, dan beberapa bagian tubuhnya berdarah. Kemudian jasadnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk dan dilakukan autopsi pada jasadnya. Berdasarkan hasil autopsi, Marsinah sempat diperkosa sebelum akhirnya dibunuh dengan kejam.

Kejadian ini mendapat banyak perhatian banyak masyarakat Indonesia, terutama kaum buruh yang senasib. Mereka mendesak pemerintah saat itu, agar membongkar dan menemukan pelaku kejahatan atas tewasnya wanita pemberani itu. Namun, sebagaimana korban penculikan lainnya di masa rezim Suharto, tuntutan tak pernah diwujudkan. Keadilan itu tak pernah datang.

Hingga hari ini pelaku pembunuhan Marsinah tidak diketahui dan kasusnya seakan-akan dilupakan oleh rezim penguasa. Namun demikian, Marsinah tetap menjadi simbol perlawanan kaum buruh. Namanya tercatat sebagai salah satu persolan pelanggaran HAM di masa Orde Baru yang tidak dituntaskan.

Penulis : Anggie Puspita Sari

Editor : Herlianto. A

Tags: MarsinahOrde BaruPenculikan Marsinah

Related Posts

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Jumat, 14 Agu 2026
Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita
Catatan

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

Senin, 10 Agu 2026
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang
Catatan

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
Sephia-Sheila On 7, salah satu lagu yang memiliki kisah misteri.

Punya Kisah Mistis, 6 Lagu Ini Sempat Hits

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.