MALANG, Tugumalang.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan giling rokok dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sebanyak 50 perempuan muda mengikuti pelatihan yang digelar di Hotel Grand Miami Kepanjen, Senin (8/9/2025) ini.
Kegiatan ini merupakan pelatihan giling rokok kedelapan yang digelar oleh Disperindag Kabupaten Malang di tahun ini. Sebelumnya, sebanyak 350 peserta telah mengikuti pelatihan yang digelar selama lima hari tersebut.
Baca Juga: Lansia di Pakis Kabupaten Malang Akhiri Hidup dengan Membakar Diri di Teras Rumah
Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan di tahap sebelumnya telah mendapat pekerjaan di pabrik rokok. Artinya, pelatihan ini memberikan hasil nyata dan bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Malang.

“Mudah-mudahan ini bisa terus kami lakukan agar masyarakat Kabupaten Malang bisa bekerja di perusahaan rokok,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Noor Fuad Fauzi.
Ia menambahkan, pihaknya merencanakan 10 tahap pelatihan. Selain giling rokok, Disperindag Kabupaten Malang juga memberikan pelatihan manajemen untuk meningkatkan performa industri tembakau di Kabupaten Malang.
Baca Juga: Lansia di Pakis Kabupaten Malang Akhiri Hidup dengan Membakar Diri di Teras Rumah
“Nanti kami akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan pelatihan-pelatihan ini,” kata Fuad.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PT Gudang Baru Berkah, Fariz Ash Siddiq menyebut pihaknya mengapresiasi Disperindag Kabupaten Malang yang telah memberi fasilitas pelatihan giling rokok gratis ini. Menurutnya, saat ini permintaan pasar sedang tinggi sehingga pabrik perlu mempekerjakan banyak orang.
“Industri ini padat karya, sehingga mempekerjakan banyak orang. Sigaret kretek tangan ini memang harus tangan, nggak boleh mesin,” kata Fariz.
Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan calon karyawan PT Gudang Baru Berkah. Mereka semua tidak memiliki pengalaman menggiling sigaret kretek tangan, sehingga pelatihan ini diharapkan bisa memberikan mereka keterampilan agar bisa bekerja di pabrik rokok.
“Mereka semua belajar dari nol. Targetnya setelah pelatihan mereka bisa direkrut menjadi karyawan,” tutup Fariz.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























