Malang Jurnalis Forum adakan Bincang Ramadan Terkait Kebijakan Publik untuk UMKM

  • Whatsapp
Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan wacananya terkait perkembangan UMKM Kota Malang. foto: Rubianto.

MALANG – Malang Jurnalis Forum (MJF) kembali melaksanakan kegiatan bincang Ramadan dengan mengundang berbagai tokoh di Malang Raya.

Kali ini MJF mengundang Wali Kota Malang, Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian, dan Salah Satu Ketua Bidang HIPMI Kota Malang, Hendro Suryo. Ketiganya membahas tema diskusi yaitu Melihat Kebijakan Publik di Kota Malang untuk Pengembangan UMKM.

Bacaan Lainnya

Bank BNI
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian, saat menyampaikan wacananya terkait UMKM di Kota Malang. foto: Rubianto.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji menjelaskan jika Gus Dur pernah berkata bahwa pangsa pasar paling kuat adalah Asia.

“Ternyata baru-baru ini dalam forum seminar internasional yang membahas perekonomian, Jack Ma mengatakan jika yang menguasai ekonomi dunia kedepannya 90 persen adalah UMKM yang berbasis teknologi,” terangnya saat melaksanakan bincang Ramadan di Kantor Tugu Media Group pada Senin (19/04/2021).

Melihat hal tersebut pria berkacamata ini berharap agar UMKM di Kota Malang bisa bersaing secara global.

“Saya berharap agar UMKM ini bisa menjawab tantangan ekonomi global,” tegasnya.

Kader Partai Demokrat ini melihat kontraksi ekonomi di Kota Malang selama pandemi ini pertumbuhannya di atas Kabupaten Malang.

“Harapan kami ini akan kita perkuat terus, saya berharap di tahun 2021 ini agar tidak meleset yaitu pertumbuhan di angka empat,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian, mengatakan, jika saat ini UMKM harus bisa mengembangkan suatu produk yang bersaing dengan global.

“UMKM yang kita bicarakan sudah tidak bisa secara tradisional, Pengembang UMKM sebenarnya dari permodalan. Tapi tidak semua usaha itu tidak ujug-ujug modal, tapi bagaimana produk yang membuat produk,” jelasnya.

Baca Juga  Nyaris Penuh, RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed

Pasalnya, UMKM menurutnya tidak akan bisa bertahan jika tidak berkembang mengikuti jaman.

“Kalau UMKM tetap tidak bisa mengikuti jaman, maka tidak akan bertahan. Sekarang UMKM itu lebih santai karena tinggal di rumah kirim JNT, tapi laku,” tegas pria asli Bali ini.

Oleh karena itu, pemerintah menurutnya tidak boleh melakukan intervensi terhadap pasar.

“Bisnis harus diserahan ke pasar dan tidak bisa dintervensi. Karena demand dan supply yang paling tahu adalah masyarakat itu sendiri,” tutupnya.

Terakhir, Ketua bidang Hipmi Kota Malang, Hendro Suryo mengatakan, jika saat masa pandemi ini bisnis-bisnis mengarah ke dalam 2 arah yang berbeda, ada yang mengalami kemunduran dan ada yang juga mengalami kemajuan.

“Ketika pandemi ini ngeri sekali banyak yang dirumahkan, tapi banyak juga yang sukses. Karena banyak yang menyangkap peluangnya bagus, contohnya yang jualan hijab tokonya tutup tapi bisa jualan online,” tuturnya.

“Ketika kita ngomong UMKM yang digital maka hanya tinggal menunggu waktu akan mengarah ke sana, dan kalau mindset kita tidak dirubah maka akan tergerus,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *