Kota Batu, Tugumalang.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu kembali jadi sorotan setelah ditemukannya makanan tak layak konsumsi di beberapa sekolah. Menyusul temuan tersebut, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sisir, ditutup sementara. Keputusan ini diketahui usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (29/9/2025).
Makanan MBG Basi di Dua Sekolah
Sebelumnya, siswa di SMPN 1 Kota Batu dan SMAN 1 Kota Batu sempat menerima makanan MBG dengan kondisi bau dan basi. Peristiwa ini langsung memicu evaluasi terhadap sistem pengolahan dan distribusi makanan dari dapur SPPG.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota Batu yang akrab disapa Cak Nur menyoroti adanya kelemahan pada proses pengolahan dan pengawasan kualitas makanan.
“Kemungkinan waktu setelah dimasak, makanan masih panas tapi langsung ditutup. Hal ini bisa memicu reaksi tertentu hingga menyebabkan makanan basi atau masam,” ungkapnya.
Baca juga: 31 Dapur SPPG Sudah Beroperasi, Kabupaten Malang Target 110 Dapur untuk 300 Ribu Penerima MBG
Bukan Resep, Melainkan Konsistensi Pengawasan
Cak Nur menegaskan, secara umum kualitas makanan MBG di hari-hari sebelumnya tidak bermasalah. Ia menilai akar persoalan bukan pada resep atau bahan dasar, melainkan kurangnya konsistensi pengawasan setelah makanan diproduksi.
“Artinya, harus ada konsistensi pengawasan yang ketat. Satgas MBG yang sudah dibentuk pemerintah kota harus bekerja sama secara terintegrasi dengan pihak dapur di setiap institusi,” tegasnya.
Beban Produksi 2.500 Porsi per Hari
Selain soal kualitas, Wali Kota Batu juga menyoroti tingginya beban kerja di dapur SPPG. Setiap harinya, dapur di Jalan Diponegoro tersebut memproduksi sekitar 2.500 porsi makanan dengan dukungan 47 relawan dan 9 tenaga pengolah.
“Tahapan produksi sebenarnya sudah detail dan ketat, mulai dari belanja bahan hingga proses memasak. Namun jumlah 2.500 porsi per hari jelas sangat besar dan membutuhkan pengawasan ekstra,” tambahnya.
Baca juga: Polri Groundbreaking 205 Dapur SPPG Serentak, Dipusatkan di Dampit Malang
Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Pemkot Batu memastikan penutupan sementara dapur SPPG akan digunakan untuk evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis pengolahan, distribusi, maupun sistem pengawasan. Hal ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang serta memastikan makanan MBG yang diterima siswa benar-benar layak konsumsi.
Lebih lanjut, rencananya pada Selasa (30/9/2025) ini, ia akan mengumpulkan semua pihak terkait mulai Satgas MBG hingga pihak penyelenggara SPPG untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Terlepas dari itu, ia berpesan agar pengelola menjaga kualitas menu dengan menghindari makanan yang mudah basi. Wali Kota juga menyarankan penambahan dapur SPPG agar distribusi berjalan lebih efektif.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh keberadaan SPPG agar mampu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
”Program ini akan terus dievaluasi untuk kekurangan yang ada. Bagaimana caranya agar hal seperti ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























