Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Mahasiswa FK UB Temukan Manfaat Kacang Tunggak, Dapat Cegah Osteoporosis pada Wanita Pasca-Menopause

Redaksi by Redaksi
September 14, 2021 4:06 pm
in Tugu Sehat
Mahasiswa FK UB temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Mahasiswa FK UB temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tingginya risiko osteoporosis pada wanita pasca-menopause menjadi perhatian lebih di dunia kesehatan. Termasuk pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang menemukan solusi lewat penelitian berjudul “Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis”.

 

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

“Sebenarnya kacang tunggak sudah familiar di masyarakat, namun belum banyak yang tahu tentang kandungan dan manfaatnya,” ujar Elisa Danik Kurniawati STrKeb MKeb yang baru menyelesaikan pendidikan Magister Kebidanan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya ini.

 

Menurutnya, kacang tunggak menjadi salah satu makanan dengan manfaat baik untuk wanita yang mengalami menopause disertai dengan gejala gangguan kesehatan. Lantaran termasuk salah satu fitoestrogen yaitu senyawa turunan tumbuhan yang mirip estrogen.

Anggota tim peneliti sekaligus mahasiswa FK UB yang temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Dia menjelaskan, sebagai fitoestrogen, kacang tunggak dapat berikatan dengan reseptor estrogen sehingga dapat mengatasi ketidakseimbangan hormon yang terjadi pada masa menopause. Hal ini membantu mengembalikan efek perlindungan pada tulang dan menjadi antioksidan untuk mencegah penuaan.

 

“Maka dari itu, kami tertarik menggunakan tumbuhan ini untuk mengetahui efek fitoestrogen dan antioksidan yang terkandung di dalamnya. Serta melihat efek yang terjadi pada beberapa organ tubuh seperti tulang, otak, dan aorta (pembuluh darah) dengan pemeriksaan dan marker tertentu di laboratorium,” sambung dara yang berhasil lulus dengan IPK cumlaude, yakni 3,81 tersebut.

 

Bersama dengan An Nisa Fithri SKM MKM, mahasiswa S3 Ilmu Kedokteran FK UB serta sesama mahasiswa S2 Kebidanan FK UB, Tanti Tri Lestary SST MKeb dan Ni Putu Sri Haryati SKebBd MKeb, mereka mengajukan proposal penelitian terkait kacang tunggak sebagai tugas akhir yang disetujui oleh Dr dr I Wayan Arsana Wiyasa SpOG (K), selaku dosen pembimbing.

Elisa Danik Kurniawati STrKeb MKeb, salah satu anggota tim peneliti yang baru menyelesaikan pendidikan Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Keempat mahasiswa ini, selanjutnya melakukan uji coba pada tikus betina berusia 15 bulan dengan model ovariektomi untuk mendapatkan kondisi yang serupa dengan menopause pada manusia.

 

Hasilnya, menunjukkan bahwa pemberian kacang tunggak selama 40 hari dengan berbagai dosis mampu menurunkan ekspresi Rankl yang menjadi salah satu penanda pengeroposan tulang.

 

“Tapi masih perlu uji toksisitas untuk dosis yang optimal, baru dilanjutkan dengan clinical trial pada manusia,” jelas alumni Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang ini.

Kacang tunggak. Foto: istimewa

Lebih jauh, osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang ditandai oleh menurunnya massa tulang dan disebabkan karena berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikroarsitekturnya.

 

Hal ini mengakibatkan menurunnya kekuatan tulang sehingga tulang akan mudah patah.

“International Osteoporosis Foundation (IOF) mengungkapkan bahwa satu dari empat wanita di Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki risiko terkena osteoporosis,” tambah perempuan 24 tahun itu.

 

Apalagi, berkurangnya hormon estrogen pada wanita menopause membuat fungsi protektifnya pada tulang menurun. Jika hal ini disertai dengan proses penuaan maka dapat meningkatkan agen stres oksidatif sehingga membuat enzim antioksidan di dalam tubuh juga menurun.

 

Sehingga ke depan, tim penelitian ini berharap tak hanya berhenti di sini saja. Namun dapat membuat produk olahan yang mudah dikonsumsi yang sekaligus bermanfaat bagi kesehatan wanita.

 

“Semoga bisa membuat produk ekstrak kacang tunggak dalam bentuk yang mudah dikonsumsi seperti tablet hisap atau pil. Kemudian bisa melakukan uji toksisitas sehingga dapat diberikan sebagai terapi herbal, terutama pada wanita premenopause,” tutupnya.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Dewanti Larang Warga Batu Isoman di Rumah

Terganjal Capaian Vaksinasi COVID-19, Kota Batu Batal Masuk PPKM Level 2

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.