Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Mahasiswa FK UB Temukan Manfaat Kacang Tunggak, Dapat Cegah Osteoporosis pada Wanita Pasca-Menopause

Redaksi by Redaksi
September 14, 2021 4:06 pm
in Tugu Sehat
Mahasiswa FK UB temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Mahasiswa FK UB temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tingginya risiko osteoporosis pada wanita pasca-menopause menjadi perhatian lebih di dunia kesehatan. Termasuk pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang menemukan solusi lewat penelitian berjudul “Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis”.

 

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

“Sebenarnya kacang tunggak sudah familiar di masyarakat, namun belum banyak yang tahu tentang kandungan dan manfaatnya,” ujar Elisa Danik Kurniawati STrKeb MKeb yang baru menyelesaikan pendidikan Magister Kebidanan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya ini.

 

Menurutnya, kacang tunggak menjadi salah satu makanan dengan manfaat baik untuk wanita yang mengalami menopause disertai dengan gejala gangguan kesehatan. Lantaran termasuk salah satu fitoestrogen yaitu senyawa turunan tumbuhan yang mirip estrogen.

Anggota tim peneliti sekaligus mahasiswa FK UB yang temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Dia menjelaskan, sebagai fitoestrogen, kacang tunggak dapat berikatan dengan reseptor estrogen sehingga dapat mengatasi ketidakseimbangan hormon yang terjadi pada masa menopause. Hal ini membantu mengembalikan efek perlindungan pada tulang dan menjadi antioksidan untuk mencegah penuaan.

 

“Maka dari itu, kami tertarik menggunakan tumbuhan ini untuk mengetahui efek fitoestrogen dan antioksidan yang terkandung di dalamnya. Serta melihat efek yang terjadi pada beberapa organ tubuh seperti tulang, otak, dan aorta (pembuluh darah) dengan pemeriksaan dan marker tertentu di laboratorium,” sambung dara yang berhasil lulus dengan IPK cumlaude, yakni 3,81 tersebut.

 

Bersama dengan An Nisa Fithri SKM MKM, mahasiswa S3 Ilmu Kedokteran FK UB serta sesama mahasiswa S2 Kebidanan FK UB, Tanti Tri Lestary SST MKeb dan Ni Putu Sri Haryati SKebBd MKeb, mereka mengajukan proposal penelitian terkait kacang tunggak sebagai tugas akhir yang disetujui oleh Dr dr I Wayan Arsana Wiyasa SpOG (K), selaku dosen pembimbing.

Elisa Danik Kurniawati STrKeb MKeb, salah satu anggota tim peneliti yang baru menyelesaikan pendidikan Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang temukan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul Kacang Tunggak Sebagai Antioksidan Untuk Mencegah Osteoporosis. Foto: dok

Keempat mahasiswa ini, selanjutnya melakukan uji coba pada tikus betina berusia 15 bulan dengan model ovariektomi untuk mendapatkan kondisi yang serupa dengan menopause pada manusia.

 

Hasilnya, menunjukkan bahwa pemberian kacang tunggak selama 40 hari dengan berbagai dosis mampu menurunkan ekspresi Rankl yang menjadi salah satu penanda pengeroposan tulang.

 

“Tapi masih perlu uji toksisitas untuk dosis yang optimal, baru dilanjutkan dengan clinical trial pada manusia,” jelas alumni Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang ini.

Kacang tunggak. Foto: istimewa

Lebih jauh, osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang ditandai oleh menurunnya massa tulang dan disebabkan karena berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikroarsitekturnya.

 

Hal ini mengakibatkan menurunnya kekuatan tulang sehingga tulang akan mudah patah.

“International Osteoporosis Foundation (IOF) mengungkapkan bahwa satu dari empat wanita di Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki risiko terkena osteoporosis,” tambah perempuan 24 tahun itu.

 

Apalagi, berkurangnya hormon estrogen pada wanita menopause membuat fungsi protektifnya pada tulang menurun. Jika hal ini disertai dengan proses penuaan maka dapat meningkatkan agen stres oksidatif sehingga membuat enzim antioksidan di dalam tubuh juga menurun.

 

Sehingga ke depan, tim penelitian ini berharap tak hanya berhenti di sini saja. Namun dapat membuat produk olahan yang mudah dikonsumsi yang sekaligus bermanfaat bagi kesehatan wanita.

 

“Semoga bisa membuat produk ekstrak kacang tunggak dalam bentuk yang mudah dikonsumsi seperti tablet hisap atau pil. Kemudian bisa melakukan uji toksisitas sehingga dapat diberikan sebagai terapi herbal, terutama pada wanita premenopause,” tutupnya.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Dewanti Larang Warga Batu Isoman di Rumah

Terganjal Capaian Vaksinasi COVID-19, Kota Batu Batal Masuk PPKM Level 2

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.