Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke-112 tahun 2026. Menariknya, logo dan tema ini tak sekedar sebagai identitas visual tahunan, tetapi juga menyimpan makna mendalam yang mencerminkan sejarah perjalanan dan arah pembangunan Kota Malang ke depan.
Logo ini merupakan hasil sayembara ketat yang dilakukan Diskominfo Kota Malang. Tahun ini, logo HUT Kota Malang bertemakan “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas. Tema ini menjadi benang merah dari filosofi desain logo HUT Kota Malang ke-122.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa logo ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Malang dan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI). Prosesnya tidak instan, melalui tahapan panjang hingga akhirnya menghasilkan desain yang dinilai paling merepresentasikan semangat Kota Malang.
“Logo ini bukan hanya simbol visual, tapi sarat makna dan menggambarkan perjalanan serta harapan pembangunan Kota Malang,” ucapnya.
Baca juga: Catat! Ini Jadwal Layanan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk dalam Rangka HUT Kota Malang ke-111

Ia menjelaskan bahwa setiap elemen dalam logo, mulai dari garis, warna, hingga bentuk huruf memiliki filosofi tersendiri. Seluruhnya dirancang untuk merefleksikan sejarah panjang Kota Malang sekaligus visi masa depan yang ingin dicapai.
Frasa Ngalam Melintas menggambarkan perjalanan panjang Kota Malang yang telah melalui berbagai era. Mulai dari masa kolonial hingga berkembang menjadi kota modern seperti saat ini. Menurut Wahyu, perjalanan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan kota.
Sementara frasa Bergerak Tuntas mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan secara menyeluruh. Semangat ini menekankan pentingnya kerja nyata dan pembangunan keberlanjutan.
Adapun frasa Mbois Berkelas menjadi representasi visi kepemimpinan Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota yang maju, berkualitas dan membanggakan. Nilai ini juga diperkuat dengan sentuhan kearifan lokal yang kental dalam desain logo.
Baca juga: Jelajahi Ikon Wisata Kota Malang Mudah dengan Trans Jatim Malang Raya
Penggunaan bahasa walikan dalam tema turut menjadi sorotan. Selain unik, bahasa khas Malangan ini memiliki nilai historis yang kuat bahkan menjadi strategi komunikasi rahasia oleh para pejuang era penjajahan.
“Ini bagian dari upaya kita menjaga jati diri Kota Malang. Bahasa walikan bukan sekadar gaya bahasa, tapi juga warisan sejarah,” kata Wahyu.
Logo HUT Kota Malang ke-112 Kota Malang ini merupakan hasil sayembara yang diikuti 40 peserta. Proses seleksi dilakukan secara bertahap hingga menyaring tiga finalis terbaik sebelum akhirnya menetapkan satu karya sebagai pemenang.
Karya terpilih merupakan hasil kolaborasi tim desainer Reyza Dwi Dzulqarnain Kahfi, Zakaria Kusmindar, dan Ilham Alamsyah. Sementara empat nama lain yang masuk lima besar turut mendapat apresiasi atas kontribusinya. Logo ini akan digunakan sebagai identitas resmi dalam berbagai kegiatan dan publikasi dalam rangkaian HUT Kota Malang ke 122.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























