MALANG Tugumalang.id – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan berkunjung ke Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (17/1/2025). Pada kesempatan tersebut, ia menerima keluhan dari masyarakat, termasuk petani.
Kunjungan ini merupakan bagian dari peninjauan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang dicanangkan Kementerian PPPA pada 22 Desember 2024 lalu. Desa Kalisongo merupakan salah satu dari enam desa/kelurahan di Indonesia yang menjadi pilot project RBI.
Dalam kunjungan ini, Veronica hadir bersama para ahli. Mereka memetakan permasalahan yang ada di Desa Kalisongo dan akan mencarikan solusi agar desa yang terkenal dengan Festival Kampung Cempluk ini lebih berdaya.
Baca Juga: Potret Buram Perlindungan Anak di Sekolah Eksklusif
“Kami datang untuk survei bersama sosiolog, kelompok tani, karang taruna. Kami berdiskusi apa yang diharapkan dari Ruang Bersama Indonesia,” ujar Veronica.
Salah satu keluhan yang dilontarkan masyarakat adalah kurangnya air bagi para petani. Mereka juga kekurangan traktor untuk membajak sawah. Veronica berharap masalah-masalah ini bisa diselesaikan dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Kami gerak cepat, kami kumpulkan semua (permasalahan). Habis mendata, kami teruskan prosesnya,” kata Veronica.
Baca Juga: Lembaga Perlindungan Anak Laporkan Kepala Asrama SMA SPI Kota Batu ke Polisi
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menambahkan kehadiran Veronica Tan ini adalah untuk memastikan kesiapan Desa Kalisongo dalam melaksanakan program-program bottom up seperti RBI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pun terus memberikan dukungan bagi Desa Kalisongo agar lebih berdaya.
“Pendampingan sebenarnya sudah dilakukan, tetapi hari ini mereka sudah mandiri. Karena sudah mandiri itu justru menjadikan mereka pilot project,” kata Didik.
Ia pun mengapresiasi masyarakat Desa Kalisongo yang turut berpartisipasi dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya. Salah satunya adalah dengan pelestarian budaya.
Meski berbatasan dengan Kota Malang, warga Desa Kalisongo masih melestarikan tradisi membawa hantaran makanan dengan menggunakan jodang. Wadah dari kayu tersebut dipikul oleh warga dan diiringi musik terbang jidor.
Melalui RBI, Didik berharap semua permasalahan di Desa Kalisongo bisa teratasi dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. “Tidak ada lagi kesenjangan antara si kaya dengan si miskin. Mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pertanian (bisa teratasi),” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























