Oleh: Siti Muniroh, Sri Andreani, Mirjam Anugerahwati, Dian Indah Silfia, Metaria
Tugumalang.id – Kemampuan literasi kritis mahasiswa menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa ditengah derasnya arus informasi di era digital.
Penelitian yang diketuai Siti Muniroh, bersama 2 dosen senior Prodi Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, yaitu Dra. Sri Andreani, M.Ed. dan Dr. Mirjam Augerahwati, melibatkan 69 mahasiswa baru.
Penelitian ini menemukan bahwa kompetensi kosakata dan pemahaman membaca berperan penting dalam mendukung literasi kritis.
Partisipan penelitian merupakan mahasiswa semester dua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Secara perkembangan mereka berada pada transisi dari dari remaja menuju dewasa awal, masa pencarian jati diri, menentukan identitas diri, dan di tahap ini mereka perlu dibimbing untuk mengembangkan kompetensi berpikir kritis untuk menganalisis berbagai informasi.
Baca Juga: Dapat Wawasan Baru Seputar Psikologi Klinis dan Forensik, Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang Antusias Ikuti Kuliah Praktisi
Pada semester dua ini mereka menempuh mata kuliah Interpretive Reading, Dimana mereka berlatih untuk menganalisis teks yang lebih kompleks terkait realita kehidupan disekitar untuk mengembangkan nalar kritis mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu hubungan antara vocabulary mastery, reading comprehension, dan critical literacy.
Penelitian telah didesiminasikan pada konferensi internasional iNELTAL yang diselenggarakan oleh Departmen Sastra Inggris pada tanggal 13-14 September 2024 lalu.
Pada konferensi tersebut dipaparkan bahwa literasi kritis adalah kemampuan untuk tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga menganalisis dan mengevaluasi makna yang terkandung di dalamnya.
Dalam penelitian ini kemampuan literasi kritis mahasiswa diukur dengan menggunakan tes yang berisi bacaan tentang pemilu di Indonesia, yang membahas ketiga profil pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Baca Juga: Bersinergi, Mahasiswa Fakultas Psikologi UM Ajak Orang Tua Siswa Cegah Narkoba Lewat Pola Asuh
Mahasiswa diminta untuk menjawab 40 pertanyaan terkait istilah, dinamika kekuasaan, sudut pandang, refleksi kritis, konteks historis, sosial, dan kultural.
Level penguasaan kosakata mahasiswa diukur dengan menggunakan tes yang dilaksanakan secara online dengan menggunakan vocabulary test yang tersedia secara online untuk mengukur Tingkat penguasaan kosakata mahasiswa mulai dari level 1000 hingga level 5000 kata.
Untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam reading comprehension, juga digunakan test yang terdiri dari 37 pertanyaan terkait keywords, inferences, figures of speech, culture-bound content & diction, juxtaposition, text organization and development, dan text types.Ketiga tes tersebut diberikan kepada mahasiswa secara bertahap
Hasil Temuan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan kosata mahasiwa berkorelasi positif dengan kemampuan mereka untuk memahami teks, demikian juga level penguasaan kosakata mahasiswa berkolerasi positif dengan kemampuan literasi kritis mahasiswa.
Hal ini bermakna bahwa level penguasaan kosakata bisa menjadi variabel untuk memprediksi tingkat kemampuan mahasiswa untuk memahami teks Bahasa Inggris dan sekaligus menjadi variabel untuk memprediksi kemampuan literasi kritis mahasiswa.
Hasil penelitian juga menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan siswa dalam memahami bacaan dan kemampuan literasi kritis mahasiswa.
Kosakata merupakan fondasi dasar yang memungkinkan seseorang memahami teks secara utuh. Dengan memahami lebih banyak kata, mahasiswa dapat menangkap makna teks secara lebih akurat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan penguasaan kosakata yang tinggi cenderung memiliki pemahaman lebih dalam ketika membaca teks yang kompleks dan mampu mengidentifikasi bias atau interpretasi yang tersembunyi dalam teks tersebut.
Tidak hanya sekadar membaca kata demi kata, pemahaman membaca membutuhkan keterampilan dalam menganalisis struktur kalimat, memahami konteks, dan menghubungkan informasi dalam teks dengan pengalaman atau pengetahuan pribadi.
Pemahaman membaca yang kuat memungkinkan mahasiswa untuk tidak hanya mengerti “apa” yang tertulis, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana” teks tersebut disusun.
Implikasi Penelitian bagi Pendidikan Tinggi
Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana kemampuan dasar berbahasa berperan dalam membangun literasi kritis di kalangan mahasiswa.
Bagi lembaga pendidikan tinggi, temuan ini menjadi pengingat untuk terus mendukung pengembangan kompetensi kosakata dan pemahaman membaca, terutama di tahun-tahun awal perkuliahan.
Di samping itu, pendidikan literasi kritis bisa ditingkatkan melalui pembelajaran yang lebih aktif, di mana mahasiswa diajak untuk berdiskusi, menganalisis teks, dan mengembangkan argumen.
Model pengajaran berbasis literasi kritis dapat membantu mahasiswa berpikir lebih reflektif, bertanya pada diri sendiri tentang teks yang mereka baca, serta meresponnya dengan sudut pandang yang lebih luas.
Penelitian ini mengajak para dosen mata kuliah reading untuk terus mendorong pengembangan kompetensi kosakata dan pemahaman membaca mahasiswa.
Selain itu, mengintegrasikan pembelajaran literasi kritis dalam pembelajaran akan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan menyaring informasi yang penting dan relevan sebagai pertimbangan untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.
Konten literasi kritis yang bisa dibawa kekelas bisa berupa diskusi kritis terhadap artikel ilmiah, analisis wacana berita, atau debat tentang isu-isu sosial politik terkini.
Materi tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempraktikkan literasi kritis dengan mengungkapkan pemikiran pribadi mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi penguasaan kosakata dan pemahaman membaca memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan literasi kritis mahasiswa.
Keterkaitan ini menunjukkan bahwa kompetensi dasar dalam bahasa menjadi fondasi untuk memahami dan mengkaji informasi yang kompleks dan kritis.
Bagi dunia pendidikan tinggi, temuan ini menjadi landasan untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran yang mengedepankan pembentukan mahasiswa yang mampu berpikir kritis dan bijaksana dalam menanggapi informasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





























