Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mahasiswa ITN Malang Rancang Wisata Desa Tebing Lowo di Gresik

Redaksi by Redaksi
November 6, 2024 10:00 am
in Pendidikan
Mahasiswa ITN Malang mamaparkan site plan wisata desa Tebing Lowo di FGD. (Foto/Dok. ITN Malang)

Mahasiswa ITN Malang mamaparkan site plan wisata desa Tebing Lowo di FGD. (Foto/Dok. ITN Malang)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tim mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang merancang site plan wisata desa bernama Tebing Lowo di Kabupaten Gresik. Hasil site plan itu kemudian dipresentasikan di FGD bersama kampus, pemerintah desa dan masyarakat setempat pada akhir Oktober 2024 lalu.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang, Dr Debby Budi Susanti, ST., MT., menjelaskan bahwa desain wisata desa tersebut merupakan kerja sama antara FTSP ITN Malang dengan Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

READ ALSO

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Dalam FGD terakhir, pihak desa menyetujui design wisata yang dibuat oleh mahasiswa ITN Malang. Rencananya, design tersebut akan dilanjutkan ke tahap penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) oleh mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang.

Baca Juga: Dua Pesilat ITN Malang Raih Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Kanjuruhan Fighter Competition 2024

“Dengan adanya RAB ini, nantinya bisa diajukan sebagai anggaran pembangunan desa tahun depan. Menurut Bapak Kades, rencananya awal tahun depan akan membuka jalur akses menuju ke lokasi tersebut,” jelas Debby.

Diketahui, design wisata desa tersebut terbentuk atas terlaksananya program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN T) yang melibatkan 14 mahasiswa FTSP ITN Malang. Setidaknya, ada 4 mahasiswa prodi Arsitektur, 9 mahasiswa Teknik Geodesi dan 1 mahasiswa Perencanaan Wilayah & Tata Kota.

Mahasiswa ITN Malang mamaparkan site plan wisata desa Tebing Lowo di FGD. (Foto/Dok. ITN Malang)
Mahasiswa ITN Malang mamaparkan site plan wisata desa Tebing Lowo di FGD. (Foto/Dok. ITN Malang)

Keempatbelas mahasiswa itu tinggal di Desa Pongangan selama dua bulan untuk menggali potensi desa. Para mahasiswa itu juga berbagi tugas untuk mewujudkan keinginan warga desa memiliki tempat wisata.

Menurut Debby, melalui KKN T, pihak kampus bisa melihat skill mahasiswa dalam mengadopsi secara langsung masukan dari masyarakat dan menuangkannya ke dalam desain.

Baca Juga: Dua Pesilat ITN Malang Raih Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Kanjuruhan Fighter Competition 2024

Dari sini mahasiswa akan terlatih dalam mengidentifikasi permasalahan dan menggali potensi di desa, meningkatkan kemampuan adaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, meningkatkan kepedulian, serta mampu meningkatkan soft skill mahasiswa seperti kemitraan, kerja sama tim, dan lainnya.

“Kami berharap study base by project FTSP ITN Malang terus berlanjut. Mahasiswa benar benar terjun ke lapangan untuk studi langsung, tidak hanya di bangku kuliah. Mereka bisa terlibat langsung di masyarakat, mitra, maupun stakeholder. Nantinya kerja sama tidak hanya dengan desa, tapi juga mitra dan daerah,” paparnya.

Adapun design atau site plan wisata desa Tebing Lowo mengangkat konsep bioklimatik. Bioklimatik adalah pendekatan desain bangunan yang mempertimbangkan kondisi iklim dan lingkungan setempat. Tujuannya, untuk menciptakan bangunan yang nyaman dan sehat bagi penghuni dengan tetap menjaga lingkungan.

Salah satu mahasiswa perancang site plan Tebing Lowo, Yusdihadi Rahawarin mengatakan, konsep bioklimatik dirancang dengan mempertimbangkan kontur alam, lingkungan dan iklim yang ada di Tebing Lowo.

Tebing lowo sendiri diambil dari nama lokasi yang dijadikan site plan. Kawasan Tebing Lowo awalnya merupakan kawasan bekas galian tambang kapur yang menghasilkan lubang seperti goa. Lokasi ini mangkrak bertahun tahun dan menjadi habitat bagi kawanan kelelawar.

“Lokasi ini oleh masyarakat setempat disebut Goa Lowo. Awalnya pihak desa mengusulkan (nama) wisata Gua Lowo. Namun setelah kami survei, sekarang lowonya sudah tidak ada, maka kami menamakan desain wisata ini dengan nama Tebing Lowo. Tempatnya memang berpotensi sebagai tempat wisata karena ikonik,” kata mahasiswa Arsitektur S-1 ITN Malang itu.

Menurutnya, kawasan Tebing Lowo memiliki luas sekitar 1,2 hektar. Terdapat dua tebing tinggi dan jika sore tiba akan menampilkan pemandangan senja yang indah.

Desain Tebing Lowo memiliki beberapa fasilitas seperti kolam renang, gedung serbaguna, waterboom, amphitheater, grand house, area glamping, flaying flog, playground, tempat makan dan lain lain.

Mahasiswa arsitektur juga tidak lupa menambahkan desain sayap lowo untuk transformasi bentuk atap bangunan. Desain lowo juga ditempatkan di gapura masuk dan tempat parkir sebagai lambang ikonik.

Membuat site plan wisata desa tidak hanya membuat desain saja, mahasiswa ITN Malang juga harus memperhitungkan akses ke lokasi. Pasalnya, untuk menuju ke Tebing Lowo warga Desa Pongangan belum memiliki akses jalan sendiri.

Mereka harus memutar dan melewati desa yang bersebelahan. Hal ini tentunya akan menyulitkan akses wisatawan di kemudian hari. Untuk itu peran mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang sangat diperlukan untuk menentukan jalur akses masuk yang aman.

“Bersyukur ada data dari teman teman teknik geodesi. Mereka melihat bahwa ada potensi jalur untuk akses jalan dengan melewati rumah warga. Jadi, kami yang dari arsitektur bagian mendesain, teknik geodesi mengambil data kontur, dan PWK pemetaan wilayah lokasi wisata, serta diskusi terkait aksesibilitas (ukuran kemudahan untuk mencapai suatu lokasi atau tempat),” bebernya.

Aditya Chesta Adabi, mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang menambahkan, tim teknik geodesi melakukan pengukuran langsung di Desa Pongangan sekitar sepekan. Sementara untuk mengolah data dilakukan secara berkala.

Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran GPS metode statik dan Real Time Kinematik (RTK). Selain itu, pengukuran survey topografi juga menggunakan Total Station untuk mendapatkan koordinat polygon dan detail lokasi.

“Alhamdulillah tim kami tidak menghadapi kendala yang berarti. Hanya saja kami sempat mengajukan peminjaman alat GPS di kampus. Karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya pengukuran topografi,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Desa Tebing LowoDESA wisatagresikITN MalangMahasiswa ITN Malang

Related Posts

Prosesi wisuda Universitas Al Qolam Malang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pendidikan

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Sabtu, 30 Mei 2026
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Rektor UB, Prof Widodo menyrpakati kerjasama membangun jaminan sosial untuk mahasiswa dan tenaga kependidikan. (Foto/ist)
Pendidikan

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Sabtu, 30 Mei 2026
Dindik Jatim
Pendidikan

Pengambilan PIN SPMB 2026 Resmi Dibuka, Dindik Jatim Kerahkan 7.212 Operator

Jumat, 29 Mei 2026
Tim sipil-arsitektur ITN Malang meraih Juara 2 National Architectural Design Competition 2026 dalam ajang DISCO ke-9. Foto/dok
Pendidikan

Kolaborasi Manis Sipil-Arsitektur ITN Malang, Sabet Juara 2 di Undip Berkat Desain Hunian Darurat Multifungsi

Jumat, 29 Mei 2026
Jadwal SPMB Kota Malang jenjang SMP untuk Jalur Afirmasi tahun ajaran baru 2026/2027. /Foto: Pinterest/ Bravestudio.
Pendidikan

Jadwal SPMB Kota Malang Jenjang SMP Jalur Afirmasi 2026/2027: Dimulai Awal Juni

Jumat, 29 Mei 2026
Unikama Buka Beasiswa DPP 50 Persen
Pendidikan

Unikama Buka Beasiswa DPP 50 Persen bagi Peserta UTBK SNBT 2026

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
Masbahur Roziqi. Foto/dok TM

TPPK dan Kekerasan di Sekolah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.