Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Kisah Swastiyanti Marhaeny Rela Keluarkan Rp 10 Juta Per Bulan untuk Kucing Liar

Redaksi by Redaksi
Mei 12, 2022 5:55 pm
in Pilihan Redaksi
Swastiyanti Marhaeny

Sri Swastiyanti Marhaeny saat menceritakan kisahnya menolong ratusan kucing. Foto: tangkapan layar Podcast Tugu Inspirasi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Apa yang akan Anda lakukan jika memiliki uang Rp 10 juta? Mungkin membeli baju baru atau menyantap hidangan enak di restoran. Ini yang biasanya dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.

Sri Swastiyanti Marhaeny (60) memiliki prinsip hidup yang berbeda. Ia rela mengeluarkan uang Rp 10 juta hanya untuk merawat kucing-kucing jalanan yang terlantar.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Dalam podcast Tugu Inspirasi yang tayang belum lama ini, perempuan yang akrab disapa Eni ini membeberkan dana yang harus ia keluarkan demi memberikan kehidupan yang layak bagi 180 ekor kucing di rumahnya.

Dalam sehari, ia wajib menyediakan uang senilai Rp 200 ribu untuk membeli pakan bagi kucingnya. Selain dry food khusus kucing, ia juga membeli tongkol dan kepala ayam.

Saat ditanya berapa uang yang ia keluarkan untuk membeli bahan makanan bagi dirinya sendiri, Eni menjawab Rp 10 ribu saja sudah cukup. “Paling lauknya cuma tempe sama tahu,” ujarnya sambil tertawa.

Ia kemudian merinci dana yang ia keluarkan per bulan bagi semua kucingnya. Untuk pakan, ia menghabiskan Rp 6-7 juta per bulan. Kemudian untuk pasir kucing, ia membutuhkan 3 karung per hari dengan harga per karungnya sekitar Rp 17 ribu. Jika ditotal, ia membutuhkan sekitar Rp 1,5 juta untuk pasir.

Terakhir, ia juga harus mengeluarkan uang untuk menggaji dua orang asisten yang membantunya mengurus kucing-kucing tersebut. Masing-masing orang mendapat Rp 1,5 juta.

Jika dihitung, dalam sebulan Eni bisa mengeluarkan uang lebih dari Rp 10 juta hanya untuk kucing-kucingnya. Lantas dari mana dana tersebut berasal?

70 persen dana yang ia gunakan untuk membeli kebutuhan kucing berasal dari pendapatan pribadinya. Sedangkan 30 persen sisanya berasal dari donator tetap.

Eni sendiri tidak bekerja, namun ia mendapat uang pensiun dari tempat kerja almarhum suaminya dan tunjangan hidup dari anak-anaknya. “Uang pensiun dari almarhum suami dan jatah hidup dari anak-anak, semua masuk ke kucing,” ujarnya.

Ia mengaku justru hidup menumpang dari jatah kucing. “Jadi jatah hidup saya itu masuk ke kucing, saya ambil dari sisa-sisanya,” katanya.

Ada kalanya Eni kehabisan uang untuk membeli pakan kucing. Jika itu terjadi, ia terpaksa menjual barang-barang di rumahnya. “Terakhir saya jual oven, laku Rp 500 ribu,” katanya.

Meski begitu, tak tersirat sedikitpun perasaan menyesal di benak Eni karena telah menggunakan semua yang ia miliki untuk kucing. “Di hati saya, yang penting menolong kucing,” ujarnya.

Simak percakapan dengan Sri Swastiyanti Marhaeny selengkapnya di Podcast Tugu Inspirasi.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kisah swastiyanti marhaenymalangMalang Raya

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
jembatan tunggulmas

Dishub Kota Malang Monitor Jembatan Tunggulmas Sepekan ke Depan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.