MALANG, Tugumalang.id – Johor Autism Conference 2024 (JAC 24) telah dilaksanakan pada 6-8 Desember 2024 di JB Convention and Exhibition Centre Berjaya Waterfront Hotel Johor Bahru, Malaysia telah berlalu. Tetapi bagi para peserta event JAC 24 memiliki kesan tersendiri terutama bagi mereka yang tertarik dengan autism dan penanganan anak dengan autisme.
Salah satunya adalah Dr. Hj. Robingatin, M.Ag yang begitu antusias mengikuti event yang diselenggarakan Penawar Special Learning Centre (PSLC) yang merupakan bagian dari Penawar Group, Malaysia.
Perempuan yang berprofesi sebagai dosen itu, rela datang jauh-jauh dari Samarinda, Kalimantan Timur karena adanya panggilan dari hati dan kepedulian terhadap anak autis. Robingatin merasa senang bisa mengikuti event JAC 24 yang menurutnya memberi wawasan dan pengalaman baru baginya seputar autism.
Baca Juga: Jangan Sampai Kelewatan! Event Autisme Internasional Johor Autism Conference (JAC) 2024 Bakal Segera Digelar
“Saya dapat informasi (JAC) di Johor ini, kemudian saat itu juga saya putuskan beli tiket (pesawat). Padahal pada hari itu saya dapat informasi dan kebetulan perkuliahan saya mau berakhir jadi sambil liburan dan alhamdulillah perjalanan lancar,” tutur perempuan berusia 58 tahun itu.
Memiliki lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Robingatin bermimpi dapat mengembangkan lembaganya itu dengan layanan bagi anak berkebutuhan khusus secara gratis.
Atas dasar dorongan itulah, ia antusias mengikuti JAC 24 untuk belajar tentang bagaimana merancang sebuah lembaga PAUD yang memiliki layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus secara tepat dan juga profesional. Termasuk dalam meningkatkan keterampilan guru menangani anak berkebutuhan khusus.
“Saya merintis lembaga PAUD, niat saya memang PAUD umum tetapi anak berkebutuhan khususnya juga banyak. Sudah lama saya ingin memiliki terapi dan sudah beberapa kali mengunjungi tempat terapi di Jawa, baru sekarang ini bisa belajar di sini,” ungkapnya.
Baca Juga: Antusias! Event Autism Management and Train The Trainer Course Diikuti 32 Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia
“Saya memang ingin punya lembaga untuk anak berkebutuhan khusus secara gratis dan kami didik secara baik-baik meskipun tidak ada biaya, itu mimpi saya,” imbuh Robingatin.
Mengikuti rangkaian acara JAC 24 dari awal hingga akhir, perempuan yang aktif mengajar di Program Studi (Prodi) PAUD Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda itu mengapresiasi pelaksanaan JAC 24.
Ia merasa terinspirasi karena event JAC 24 mampu menjangkau semua golongan baik itu orang tua, terapis, dokter, maupun tenaga klinikal anak berkebutuhan khusus. Selain itu juga ada beberapa pihak yang bekerja sama dalam forum autism tersebut. Sebagai akademisi, Robingatin berharap event serupa juga bisa dihelat di Indonesia.
“Dalam forum ada kesempatan bagi akademisi menyampaikan hasil karya-nya. Saya mendapat energi yang luar biasa. Semoga nanti bisa diselenggarakan tidak hanya untuk Samarinda atau Kalimantan Timur tetapi juga Indonesia,” terangnya.
“Saya berharap ini bisa diadakan secara rutin dan mengundang dari negara-negara lain termasuk Indonesia,” tambah Robingatin.
Ia mengaku sudah sejak lama ingin mengikuti event yang diselenggarakan PSLC. Terutama sejak event Malang Autism Summit 2024 (MAS 24) yang diselenggarakan pada Oktober 2024 lalu. Tetapi karena kesibukannya, Robingatin pun urung hadir dan pada akhirnya bisa mengikuti event JAC 24.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Redaktur: jatmiko





























