Tugumalang.id – Hasil survei publik menunjukkan bahwa 90,9 persen warga setuju dengan rencana operasional Bus Trans Jatim koridor 2. Sopir angkor dijadikan feeder atau pengumpan Bus Trans Jatim juga menjadi salah satu usulan.
Hal itu disampaikan dalam rilis hasil survei persepsi publik terhadap rencana Bus Trans Jatim koridor 2 oleh Dewan Kampung Nuswantara (DKN) di kampus UMM pada Selasa (28/7/2026).
Diketahui, Bus Trans Jatim koridor 2 direncanakan akan melintasi Terminal Talangagung Kepanjen, Terminal Hamid Rusdi, hingga Terminal Arjosari Kota Malang.
Baca Juga: Trans Jatim Koridor 2 Lewati Bululawang dan Gondanglegi
Berdasarkan survei yang dilakukan Tim Riset Independen terhadap 750 responden pengguna angkutan umum di Malang Raya, sebanyak 90,9 persen responden menyatakan mendukung kehadiran Trans Jatim Koridor 2. Rinciannya, 54,5 persen responden menjawab setuju dan 36,4 persen sangat setuju.

Survei tersebut juga mencatat dukungan penuh terhadap rencana pengalihan fungsi angkot menjadi angkutan pengumpan atau feeder. Seluruh responden disebut mendukung konsep tersebut, dengan harapan angkot tetap memiliki peran sebagai penghubung kawasan permukiman, sekolah hingga halte utama Trans Jatim.
Ketua Dewan Kampung Nuswantara, Ach Harun Al Rasid mengatakan bahwa Bus Trans Jatim Koridor 2 merupakan kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan transportasi publik yang lebih baik.
Baca Juga: Dukung Koridor II Trans Jatim, Rendra Masdrajad Safaat Minta Kesejahteraan Sopir Angkot Jadi Prioritas
“Jadi wajar jika dari hasil survei membuktikan bahwa kekhawatiran konflik sosial di jalanan tidak beralasan. Sebab 100 persen sopir angkot siap mendukung skema feeder selama kesejahteraan mereka dijamin,” ujarnya.
DKN bersama sejumlah organisasi masyarakat juga menyampaikan tiga rekomendasi kepada Pemprov Jatim dan pemda di Malang Raya. Pertama, meminta kepastian regulasi dan skema pendanaan yang menjamin pendapatan sopir angkot yang beralih menjadi pengemudi feeder.
Kedua, pemerintah diminta menata ulang trayek agar tidak terjadi tumpang tindih antara jalur Bus Trans Jatim dengan angkot feeder. Ketiga, pemerintah diharapkan memperkuat sosialisasi dan membuka ruang dialog bersama para pengemudi untuk memastikan proses transisi berjalan lancar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


























