Tugumalang.id – Tak dapat dipungkiri sosok Kyai Hasyim Muzadi merupakan tokoh sentral yang berhasil membangun konsolidasi Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh penjuru negeri. Dia juga dinilai sebagai sosok kader NU yang berkualitas.
“Beliau adalah kader NU yang excellence. Kalau ada yang tanya kader NU itu bentuk dan kualitasnya seperti apa, maka kita bisa tegas menyatakan seperti Kyai Hasim Muzadi,” kata Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.
Bertepatan dengan Haul ke-5 KH Hasyim Muzadi yang digelar di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Kota Malang, Gus Yahya membeberkan betapa besar jasa KH Hasyim Muzadi dalam membesarkan nama NU.
“Kyai Hasyim Muzadi adalah tokoh yang luar biasa penting bagi NU. NU berhutang begitu banyak karena jasa-jasa Kyai Hasyim Muzadi,” ungkapnya.
Dia menilai, Kyai Hasyim Muzadi ketika menjabat sebagai Ketua Umum PBNU telah berhasil membangun konsolidasi yang kuat dalam kepengurusan NU di seluruh Indonesia. Terlebih, kekuatan itu dibangun dalam pancaroba ketidakpastian yakni 10 tahun pertama era reformasi.
“Kemampuan beliau begitu luar biasa dalam membangun konsolidasi yang berakar pada satu hal yakni harus menjadi teladan di seluruh Indonesia,” paparnya.
Kyai Hasyim Muzadi juga telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk membesarkan NU. Sosok sentral NU ini memulainya dari tingkat paling dasar yakni Ketua Ranting, Ketua PAC, Ketua Cabang, Ketua PWNU Jatim, hingga Ketua Umum PBNU.
“Sampai hari ini tidak ada di dalam catatan sejarah, seorang kader yang melalui bentangan khidmah begitu lengkap dari Kyai Hasyim Muzadi,” ucapnya.
Perjalanan itulah yang membuat kualitas Kyai Hasyim Muzadi terbentuk hingga mampu memecahkan berbagai permasalahan dinamika kepengurusan NU dari tingkat pusat sampai tingkat terbawah.
Gus Yahya mengatakan, sejarah bangsa dan negara Indonesia memang tumbuh bersama NU. Indonesia telah melalui berbagai pergolakan bersama NU.
“Kita telah melewati berbagai cobaan bersama-sama. Maka seluruh komponen bangsa ini adalah senyawa yang tak boleh terpisahkan satu sama lain untuk bersatu membangun peradaban,” pesannya.
“Peradaban hanya bisa dibangun dengan melihat masa depan. Siapapun aktor yang ingin berperan di dalam pembangunan peradaban harus berpikir tentang masa depan,” tandasnya.
Reporter: M Sholeh
Editor: Lizya Kristanti
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID ,
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id





























