Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Kiat Menulis Features ala Wartawan Senior Asro Kamal Rokan

Redaksi by Redaksi
Maret 1, 2022 7:03 pm
in Pilihan Redaksi
Asro Kamal Rokan (kiri) dan Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari (kanan) saat FJP Batch IV, pada Selasa (1/3/2022). Foto: tangkapan layar

Asro Kamal Rokan (kiri) dan Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari (kanan) saat FJP Batch IV, pada Selasa (1/3/2022). Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Features (fices) adalah cara berbeda menyajikan karya jurnalistik. Bentuknya lebih ke cerita atau story telling. Tujuannya bukan hanya untuk informasi, namun menyentuh aspek emosi pembaca. Dan wartawan kerap dituntut untuk menulis laporan jurnalistik dengan gaya ini.

Dalam sesi terkini di Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2022 Batch IV, pada Selasa (1/3/2022), Asro Kamal Rokan, wartawan senior di era 1980-an yang kini aktif menulis buku, mengupas habis soal kiat-kiat menulis fices.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Tidak ada kiat khusus dari dia bagaimana untuk memulai menulis dengan gaya jurnalisme sastrawi ini. Satu hal yang dibutuhkan dalam memulai menulis dengan gaya fices, kata Asro, tidak perlu berpikir rumit. Sederhana saja. Asro memulainya dengan prinsip ‘risoles’.

Peserta FJP Batch IV pada Selasa (1/3/2022). Foto: tangkapan layar

”Ceritakan tentang risoles, mulai warna, teksturnya, isinya. Bumbui dengan sejarah dan asal muasalnya. Bantu pembaca semaksimal mungkin agar mereka bisa menghadirkan makanan ini dalam imajinasi pembaca,” kata mantan Pemred Republika ini.

Inti dari fices, menurut Asro, adalah bagaimana cara membawa pembaca tenggelam dalam kisah peristiwa yang sedang kita sampaikan. Sekecil apapun atau setidak penting apapun ceritanya. Tentu ada banyak cara untuk bercerita.

”Butuh sentuhan khas dalam menggambarkan data dan fakta secara utuh. Paling tidak anda dituntut untuk memvisualkan tulisan itu,” jelasnya.

Tentu saja, kata Asro, menulis fices juga bicara soal proses. Tidak ada wartawan yang lahir dan lalu bisa menulis fices dengan baik. Namun jika ingin belajar, seringkali penulis fices terbaik adalah wartawan olahraga.

Kenapa? Karena wartawan olahraga dituntut untuk mendeskripsikan jalannya pertandingan, suasana stadion, hingga skema permainan tanpa ada narasumber.

”Apa jadinya jika berita olahraga hanya ditulis skornya saja? Pencetak gol? Tentu akan sangat kering,” papar Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) ini.

”Pada akhirnya, menulis fices adalah soal proses. Teruslah menulis, pisau tidak akan bisa digunakan jika tidak diasah. Begitu juga menulis, tidak bisa jika tidak ada proses latihan,” tutupnya.

Mentor FJP, Tri Juli Sukaryana (kiri atas), Nurcholis MA Basyari (kanan atas), dan Wartawan Tugu Malang ID, Ulul Azmy (bawah), saat FJP Batch IV, pada Selasa (1/3/2022). Foto: tangkapan layar

Tri Juli Sukaryana, mentor lain dalam FJP yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bersama PT Paragon Technology and Innovation ini menambahkan, selain gaya fices, menariknya sebuah berita juga terletak dalam makna beritanya.

Dalam jurnalistik, itu disebut dengan news value atau nilai berita. Sebuah berita, kata Tri, mutlak harus memiliki news value. Bisa saja berita itu mempunyai nilai kedekatan (proximity), ketenaran (prominence), aktualitas (timeliness), dampak (impact), keluarbiasaan (magnitude), dan keanehan (oddity).

”News value inilah yang lalu membedakan karya jurnalistik dengan media sosial. Karya jurnalistik harus berkualitas dan tentunya bermanfaat bagi publik,” kata wartawam senior di Media Indonesia ini.

Makna berita inilah yang kemudian menjadi ruh dari laporan jurnalistik berkualitas. Selain ruh, makna dan nilai berita juga membantu pembaca menilai sebuah peristiwa, data, maupun fakta yang sedang terjadi.

”Dalam posisi ini, saya tegaskan untuk menghindari membuat opini. Jadilah wartawan yang kompeten dengan memegang teguh prinsip verifikasi,” tegas Tri Juli.

Perlu diketahui, FJP diinisiasi oleh PT Paragon Technology and Innovation berkolaborasi dengan GWPP. FJP yang akan berlangsung hingga Mei 2022 secara virtual melalui Zoom ini, akan mencakup aspek pelatihan, praktik, dan pendampingan, khususnya dalam mengarusutamakan isu pendidikan.

Ada lima mentor kapabel yang mendampingi yakni Nurcholis MA Basyari, M Nasir, Haryo Prasetyo, Frans Surdiasis, dan Tri Juli Sukaryana.

Dalam FJP Batch IV ini kembali dipilih 15 peserta jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Wartawan tugumalang.id, M Ulul Azmy yang terpilih menjadi salah satu peserta.(*)

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: featureskiat menulismenulis

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Mayat di Wajak Sulit Diidentifikasi karena Sidik Jari Rusak

Mayat di Wajak Sulit Diidentifikasi karena Sidik Jari Rusak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.