Tugumalang.id-Pernah gak sih kamu merasa gampang banget tersinggung, bahkan hanya karena hal kecil? Misalnya, teman bercanda sedikit saja, tapi kamu langsung baper, sakit hati, atau merasa diserang. Ternyata, ada penjelasan psikologis yang menarik tentang kenapa kita bisa bereaksi seperti itu.
Self-Verification Theory: Butuh Diakui Sesuai Gambaran Diri

Psikolog John Swann mengembangkan teori Self-Verification, yang menjelaskan bahwa setiap orang ingin dipandang orang lain sesuai dengan gambaran dirinya sendiri.
Contohnya, kalau kamu merasa pemalu, kamu cenderung mencari tanda-tanda di sekitar yang mendukung keyakinan itu. Namun, ketika ada orang berkomentar yang menegaskan sisi negatif tersebut, kamu bisa langsung tersinggung.
Misalnya, kamu kurang percaya diri di kelas. Lalu teman bercanda soal jawabanmu yang salah. Bagi orang lain mungkin hanya candaan, tapi bagimu itu terasa menyakitkan, karena memperkuat gambaran negatif yang sudah ada di kepalamu.
Baca juga: Kenapa Kita Sering Menghindar dari Masalah? Ini Penjelasan Psikologinya
Cognitive Appraisal Theory: Cara Kita Menafsirkan Situasi
Psikolog Richard Lazarus punya teori lain, yaitu Cognitive Appraisal Theory. Menurutnya, emosi tidak muncul otomatis, tapi melalui proses penilaian (appraisal).
Otak kita menilai situasi dengan dua tahap:
Primary appraisal: Apakah ini ancaman atau tidak?
Secondary appraisal: Apakah aku bisa menghadapinya?
Contoh: kamu mendapat komentar di grup chat. Kalau kamu menilainya sekadar bercanda, ya biasa saja. Tapi kalau kamu menafsirkannya sebagai sindiran atau serangan, kamu bisa langsung tersinggung.
Artinya, bukan kejadian itu sendiri yang bikin kita sakit hati, melainkan cara kita memaknainya.
Jadi, Kenapa Kita Mudah Tersinggung?
Dari dua teori tadi, ada dua alasan utama kenapa kita gampang tersinggung:
Komentar orang lain menyentuh luka lama atau keyakinan negatif tentang diri kita sendiri (self-verification).
Kita menafsirkan situasi sebagai ancaman terhadap harga diri atau martabat kita (cognitive appraisal).
Baca juga: Introvert Bukan Antisosial: Fakta, Mitos, dan Penjelasan Psikologi
Cara Agar Tidak Gampang Tersinggung

Bukan berarti kita harus kebal dan tidak punya perasaan. Kuncinya ada pada kesadaran diri. Beberapa langkah yang bisa dicoba:
Mengenali label atau cerita negatif yang kita simpan tentang diri sendiri.
Melatih berpikir ulang sebelum bereaksi.
Bertanya ke diri sendiri: “Apa benar dia maksudnya nyindir?” atau “Apa aku lagi capek makanya jadi lebih sensitif?”
Dengan begitu, kita bisa lebih tenang menghadapi situasi, tanpa mudah terbawa emosi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maysa Ayu Raddina (magang)
redaktur: jatmiko





























