Malang, Tugumalang.id – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mematangkan persiapan pendirian Migran Center sebagai pusat layanan informasi dan pendampingan bagi pekerja migran Indonesia. Langkah ini diambil untuk memberikan perlindungan sejak tahap pra-keberangkatan hingga para pahlawan devisa kembali ke tanah air.
Kabupaten Malang sendiri menjadi salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran terbesar di Indonesia, berada di peringkat ketujuh nasional. Kehadiran Migran Center diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan informasi dan perlindungan bagi calon pekerja migran maupun keluarganya.
Baca juga: Pemkab Malang Usulkan Penambahan 4 SLB Negeri ke Pemprov Jatim
Pada Rabu (20/8/2025), Deputi I Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang. Kedatangan pria yang akrab disapa Leon ini disambut oleh Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib.
Usai audiensi di Pringgitan Pendopo Kabupaten Malang, keduanya meninjau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Dinas Tenaga Kerja Kepanjen yang menjadi cikal bakal Migran Center.
“Kalau bisa dalam waktu satu minggu ke depan, kami realisasikan Migran Center,” ujar Leon.
Informasi Lengkap untuk Pekerja Migran
Leon menjelaskan, Migran Center akan menyediakan informasi lengkap terkait pekerja migran, mulai dari kesehatan, perlindungan BPJS, dokumen perjalanan, kontrak kerja, imigrasi, hingga visa kerja. Informasi tersebut nantinya akan dirangkum dalam buku saku pekerja migran agar mudah diakses.
“Pemerintah pusat dan daerah harus rajin turun ke lapangan agar informasi valid bisa lebih banyak tersampaikan,” tegasnya.
Baca juga: Sukseskan Program Gesit, Pemkab Malang Terima Penghargaan dari Kedutaan Besar Australia
Selain informasi, Migran Center juga akan menjadi ruang pendampingan bagi keluarga pekerja migran yang tinggal di tanah air. Pendampingan difokuskan pada pengelolaan keuangan keluarga, sehingga hasil jerih payah pekerja migran dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Deputi II Kemenko PM menangani kesejahteraan sosial, sehingga sangat tepat untuk ikut mendampingi keluarga pekerja migran,” imbuh Leon.
Sementara itu Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyambut baik pendirian Migran Center di Kabupaten Malang. Menurutnya, Migran Center akan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi, pendampingan, hingga advokasi hukum yang terintegrasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja. Segala sesuatunya sudah kami siapkan. Kekurangan-kekurangan akan segera kami lengekapi,” kata Lathifah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























