Kembangkan Potensi Alam, Diskominfo Malang Gelar Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik

  • Whatsapp
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto saat memaparkan sosialisasi kode etik jurnalistik. foto/M Sholeh

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang berupaya mengembangkan potensi alam di Malang. Salah satunya melalui sosialisasi kode etik jurnaliatik yang digelar Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Malang, Rabu (9/6/2021).

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menuturkan, pengembangan potensi alam di Kabupaten Malang dapat dimunculkan melalui produk jurnalistik yang baik.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 390 desa yang ada di Malang dengan segenap karakteristik desa dan kondisional yang ada didalamnya ini sebenarnya potensi yang menarik yang harus diungkap agar masyarakat tahu keragaman di Malang,” ujarnya.

Menurutnya, media masa juga dapat berperan dalam mengembangkan potensi alam dari sebuah desa. Misalnya dengan mengungkapkan potensi desa yang masih tersembunyi dan belum diketahui pemerintah.

Dengan demikian, desa tersebut bisa semakin berkembang melalui potensi yang ada didalamnya. Sehingga perekonomian masyarakat secara otomatis juga akan meningkat.

Meski demikian, dia juga siap menerima kritik melalui produk jurnalistik yang ada. Dia akan menjadikan kritikan tersebut sebagai ide dalam menyusun program baru untuk memperbaiki kebijakan yang ada.

“Tugas media ini sebagai penyambung lidah masyarakat, problematika dilapangan ditangkap menjadi berita yang bagus. Kami sebagai pemerintah akan menangkap sebagai ide dasar dalam rangka menyusun program baru,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz menambahkan, kegiatan yang diikuti 100 peserta itu diharapkan dapat menjadikan jembatan dalam mewujudkan Malang makmur dan sejahtera.

“Tujuan kegiatan ini adalah terjalinnya hubungan baik sebagai mitra kerja media dengan Pemkab Malang untuk menciptakan Malang makmur dari desa untuk desa demi mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Baca Juga  Dugaan Ada Unsur Pembunuhan Berencana dalam Kasus Carok Sumbergentong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *