Koalisi Children Protection Malang Raya Minta Hentikan Operasional Bisnis di SMA SPI

  • Whatsapp
Konferensi pers Koalisi Children Protection Malang Raya yang juga dihadiri Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait. foto/M Sholeh

KOTA BATU- Adanya dugaan kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik dan eksploitasi ekonomi di SMA SPI Kota Batu membuat geram masyarakat. Koalisi Children Protection Malang Raya menyatakan sikap agar operasional bisnis yang ada di dalam sekolah itu dihentikan.

Perwakilan Koalisi Children Protection Malang Raya, Salma Safitri menyampaikan, sangat prihatin atas dugaan kasus kejahatan yang diduga dilakukan founder SMA SPI terhadap siswa didiknya.

Bacaan Lainnya

“Kami mendorong Pemerintah Kota bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jatim untuk menghentikan semua operasional bisnis yang ada didalam sekolah yang mempekerjakan siswa siswi SMA SPI,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait itu, organisasi organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam koalisi tersebut juga berharap, agar para korban dan keluarganya mendapat pendampingan dalam pemulihan psikis.

Selain itu, juga diharapkan ada perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk korban agar dapat melewati masa sulit ini.

“Kami juga meminta agar menghentikan sementara proses penerimaan peserta didik baru sampai kasus ini berkekuatan hukum tetap,” tuturnya.

Pihaknya juga menyuarakan agar Pemkot Batu dan Dinas Pendidikan Jatim dapat memastikan siswa yang masih berada didalam SMA SPI tetap mendapatkan hak mengenyam pendidikan yang layak dengan aman, nyaman dan tampa rasa takut.

Pihaknya juga akan mendukung dan mengawal proses hukum yang saat ini sedang berlangsung di Polda Jatim. Pihaknya juga percaya penegak hukum bekerja jujur dalam menegakkan keadilan dan hak konstitusional bagi para korban.

Baca Juga  Sutiaji Bantah ada Aksi Pelemparan Flare ke Rumah Dinas

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan organisasi masyarakat untuk membangun SOP pencegahan kekerasan seksual di sekolah agar kedepan tak terjadi hal serupa,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *