MALANG, Tugumalang.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang meresmikan tiga gedung baru bertepatan dengan peringatan Hari Palang Merah Internasional, pada Rabu (8/5/2024).
Tiga gedung tersebut adalah markas PMI Kabupaten Malang yang berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dan dua gedung Unit Tranfusi Darah (UTD) yang berada di Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Lawang.
Pembangunan gedung ini dilakukan agar pelayanan yang diberikan PMI Kabupaten Malang bisa lebih baik dan meraih akreditasi dengan kategori tinggi. Sebagai informasi, akreditasi PMI dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu Pratama untuk nilai 21-50, Madya untuk nilai 51-80, dan Utama untuk nilai di atas 80.
“Saat ini, semua organisasi dan satuan itu diakreditasi dan dilihat kemampuannya. Kalau nilainya di bawah 70 itu berarti jelek. Jadi harus di atas 70. Kalau bisa di atas 90 seperti Cabang Ponorogo,” ujar Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo.

Baca Juga: Kebutuhan Darah Terus Jalan, Unit Donor Darah PMI Kabupaten Malang Tetap Buka Saat Lebaran
Sejauh ini, ia menilai kinerja PMI Kabupaten Malang sudah cukup bagus. Ia juga mengapresiasi para relawan yang cepat tanggap, bahkan turut membantu warga yang terkena bencana di luar wilayah Kabupaten Malang.
“Sekarang capaiannya sudah bagus, harus dipertahankan,” kata Imam.
Ketua PMI Kabupaten Malang, Jajuk Rendra Kresna menyebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk akreditasi. Salah satunya adalah gedung PMI harus bisa mendukung proses pengelolaan darah yang sudah didonorkan masyarakat. Pengelolaan ini nantinya juga akan memilah mana darah yang layak dan yang tidak layak.
“Bagaimana gedung itu nanti (memiliki fasilitas) untuk darah itu berproses. Dari mana sampai ke mana itu harus ada di sana,” kata Jajuk.
Ia juga mengatakan gedung UTD di Kecamatan Lawang telah direnovasi agar pendonor yang berdomisili di Malang Utara tak perlu jauh-jauh ke Kepanjen untuk mendonorkan darah mereka. Namun, proses pengelolaan darah masih dilakukan di Kepanjen karena alat-alatnya sangat mahal.
Baca Juga: Ratusan Warga Kabupaten Malang Donor Darah di Hari Palang Merah Internasional
“Untuk mengelola obat tetap di Kepanjen mengingat alatnya sangat mahal. Kami ini kan mandiri, kalau ngomongin biaya, ya besar,” kata Jajuk.
PMI Kabupaten Malang juga berencana mendirikan gedung untuk relawan yang berlokasi di belakang gedung markas. Gedung relawan ini berfungsi untuk memberi wadah bagi 3 ribu relawan yang hendak berdiskusi dan berkoordinasi terkait kegiatan-kegiatan mereka.
“Kami masih punya satu tanggungan gedung yang akan kami persembahkan untuk relawan. Tanpa mereka, kami tidak bisa apa-apa,” tutup Jajuk.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko
























