MALANG, Tugumalang.id – Rumah milik Nurkholis (49) yang berada di Jalan Wendit Barat, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ambruk pada Minggu (22/6/2026) sekitar pukul 06.30.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, kondisi kayu atap rumah tersebut memang sudah lapuk. Saat diguyur hujan lebat, atap rumah langsung ambruk.
“Atap rumah yang ambruk menimpa semua bagian belakang rumah yang terdiri dari dapur, kamr mandi, dua kamar tidur, dan ruang keluarga,” rinci Sadono.
Rumah tersebut ditinggali oleh Nurkholis dan ibunya yang bernama Mariyam (75). Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
“Kami masih mendata perkiraan nilai kerugian,” kata Sadono.
Baca juga: Plafon Rumah Ambruk Akibat Sound Horeg di Jabung, Pemilik: Saya yang Sewa dan Tidak Mempermasalahkan
Minggu lalu, tiga rumah di wilayah Kabupaten Malang juga ambruk akibat kayu atap sudah lapuk dan tak kuat menahan terjangan hujan lebat. Satu rumah di Kecamatan Pujon ambruk pada Jumat (13/2/2026), kemudian dua rumah yang masing-masing berada di Kecamatan Dampit dan Sumbermanjing Wetan ambruk pada Sabtu (14/2/2026).
Peristiwa pertama menimpa rumah milik Willy yang berada di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon. Sebelum rumah tersebut ambruk, wilayah Pujon dilanda hujan deras serta angin kencang selama tiga jam.

Akibatnya, atap dapur rumah yang sudah lapuk pun ambruk. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian materiil sebesar Rp15 juta.
Rumah ambruk berikutnya berada di Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit. Rumah milik Lumayan ambruk pada Sabtu (14/2/2026) pagi hari usai diguyur hujan semalaman.
Selain faktor cuaca, rumah ambruk ini juga disebabkan kondisi atap rumah yang sudah lapuk. Pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materiil sebesar Rp25 juta.
Di saat bersamaan, rumah milik Junandri yang berlokasi di Dusun Krajan Kulon, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga ambruk usai hujan yang terjadi semalaman. Rumah ini juga memiliki atap yang kayunya sudah lapuk.
Diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian sebesar Rp5 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka di peristiwa rumah ambruk ini.
“Untuk sementara, para penghuni rumah mengungsi ke rumah kerabat,” tutup Sadono.
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























