Kota Batu, Tugumalang.id – Angka kasus kanker serviks dan kanker payudara di Kota Batu, Jawa Timur, masih tergolong tinggi. Sepanjang 2025, tercatat 56 kasus kanker serviks dan 6 kasus kanker payudara ditemukan di wilayah tersebut.
Data tersebut menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Batu. Tingginya angka temuan kasus ini mengindikasikan bahwa deteksi dini belum berjalan optimal. Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, menyebut sebagian besar pasien datang dalam kondisi stadium lanjut.
“Masalah utamanya masih sama, kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini masih rendah. Banyak yang baru datang ketika sudah bergejala berat,” kata Susan, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Galakkan Tes IVA, Upaya Dinkes Kota Batu Tekan Angka Kasus Kanker Serviks
Rendahnya Kesadaran Jadi Tantangan Utama
Menurut Susan, kanker payudara maupun kanker serviks sebenarnya dapat dikendalikan apabila terdeteksi sejak stadium awal. Namun, proses identifikasi pada fase awal memang tidak selalu mudah.
Sebagai langkah antisipatif, Dinkes Kota Batu menargetkan 1.300 perempuan usia produktif mengikuti skrining dini kanker payudara setiap tahun. Program ini dijalankan secara masif melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan mengedepankan edukasi dan pemeriksaan rutin.
Skrining difokuskan pada penerapan metode:
SADARI – Periksa Payudara Sendiri
SADANIS – Periksa Payudara Klinis
Kedua metode tersebut dinilai efektif untuk menemukan kelainan sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker stadium lanjut.
“Kalau terdeteksi lebih awal, pengobatan lebih sederhana, peluang sembuh tinggi, dan risiko kematian bisa ditekan,” tegas Susan.
Penguatan IVA dan Vaksinasi HPV
Selain kanker payudara, Dinkes Kota Batu juga memperkuat pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat atau IVA. Metode ini digunakan untuk mendeteksi lesi pra-kanker secara cepat dan terjangkau.
Baca juga: 6 Tanda Kamu Terkena Gejala Kanker Serviks, Mulai dari Pendarahan hingga Tidak Nafsu Makan
Tes IVA dipilih karena memiliki tingkat spesifisitas hingga 98 persen serta mudah diterapkan di layanan kesehatan dasar. Seluruh Puskesmas di Kota Batu telah menyiapkan bidan terlatih untuk memberikan layanan IVA secara gratis.
“Masyarakat tidak perlu ke rumah sakit besar. Di Puskesmas sudah bisa, cepat dan tanpa biaya,” ujarnya.
Upaya pencegahan jangka panjang juga dilakukan melalui vaksinasi Human Papilloma Virus atau HPV. Vaksin ini diberikan gratis kepada perempuan usia produktif dan siswi sekolah sebagai perlindungan awal terhadap kanker serviks.
Susan optimistis, dengan deteksi dini yang konsisten dan edukasi berkelanjutan, angka kesakitan hingga kematian akibat kanker dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, kekhawatiran terkait biaya pengobatan dipastikan bukan lagi hambatan utama. BPJS Kesehatan menjamin layanan kanker dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional, mulai dari promotif, preventif, hingga kuratif.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batu, Erra Widayati, membenarkan bahwa layanan kanker masuk dalam penjaminan penuh.
“Mulai pemeriksaan, pengobatan, termasuk kemoterapi, semuanya dijamin sesuai prosedur. Pasien bisa fokus sembuh tanpa dibebani biaya besar,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara Dinkes, Puskesmas, dan BPJS Kesehatan, Pemkot Batu berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks semakin meningkat. Dalam kasus kanker, pemeriksaan lebih awal kerap menjadi penentu keselamatan pasien.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























