Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perhubungan kini resmi menutup jalur Klemuk, jalur alternatif cepat penghubung Batu-Pujon untuk kendaraan roda empat. Bahkan mereka juga telah mengajukan penghapusan rute pada Google Maps.
Jalur alternatif yang terletak di Jalan Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto ini ditutup hanya untuk kendaraan roda empat. Saat ini, Dishub Kota Batu telah memasang kembali barrier beton agar tidak ada lagi pengendara yang bandel.
Kasi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermasyah menjelaskan pemasangan barrier merupakan prosedur standar untuk mengembalikan fungsi jalan sesuai peruntukannya.
Baca Juga: Rem Blong Jalur Klemuk H+4 Lebaran 2026, Pengendara Asal Surabaya Tewas
“Berdasarkan laporan Kepolisian, jalur ini sebelumnya memang difungsikan sebagai alternatif saat terjadi longsor di kawasan Payung. Sekarang kondisi sudah normal, maka barrier beton kami pasang kembali,” ujar Tony, Kamis (16/4/2026).
Tony menegaskan pemasangan beton ini dilakukan semi permanen alias dicor agar penghalang tidak mudah digeser. Langkah tersebut untuk mencegah pengemudi mobil yang mencoba menerobos jalur tersebut, mengingat kondisi medan Jalur Klemuk dikenal cukup ekstrem.
Selain menutup akses bagi mobil, Dishub Kota Batu juga kembali mengingatkan pengendara roda dua untuk berhati-hati.
Baca Juga: Layout Menantang Klemuk Bike Park di Kota Batu Jadi Favorit Para Riders 76 IDH 2025
Jalur Klemuk memiliki karakter kontur turunan panjang dan curam yang rawan memicu kecelakaan, terutama akibat rem blong. Jalur ini juga sudah bahkan kerap memakan korban.
“Kami sangat mengimbau pengendara, terutama pengguna motor matic, untuk tidak melewati jalur ini. Konturnya sangat curam dan berbahaya jika dipaksakan,” tegas Tony.
Upaya penertiban jalur ini juga diperkuat dengan langkah digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu telah mengajukan permintaan kepada Google Maps agar Jalur Klemuk dihapus dari rekomendasi rute navigasi.
Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, laporan tersebut sudah diajukan sekitar dua minggu lalu dan saat ini masih menunggu proses verifikasi dari pihak Google.
“Sudah kami laporkan dan sedang berproses di Google Maps sekitar dua minggu lalu. Kami menunggu konfirmasi dari Google agar pengguna jalan, khususnya dari luar daerah, tidak lagi diarahkan menuju Jalur Klemuk,” jelas Aries.
Menurutnya, langkah ini penting karena banyak pengendara luar kota yang mengikuti navigasi digital tanpa mengetahui kondisi medan sebenarnya.
Dengan penghapusan rute tersebut, diharapkan tidak ada lagi pengendara yang tersesat atau nekat melintasi Jalur Klemuk yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
“Kami berharap penataan kembali jalur ini dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mencegah terulangnya insiden kecelakaan di kawasan tersebut,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























