Kota Batu, Tugumalang.id – Kecelakaan maut akibat rem blong terjadi di Jalur Klemuk, Kota Batu, Jawa Timur, pada H+4 Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026) siang. Insiden tersebut menyebabkan seorang pengendara motor asal Surabaya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban diketahui merupakan bagian dari satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan dua anak. Nahas, sang ayah yang mengendarai sepeda motor dilaporkan tewas, sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa sepeda motor matic yang ditumpangi satu keluarga asal Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, hilang kendali saat melintasi turunan tajam di Jalan Raya Rajekwesi, Jalur Klemuk.

Rem Blong di Turunan Tajam Jalur Klemuk
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.41 WIB. Korban meninggal dunia diketahui bernama Ari Wibowo (38), warga Tanjungsari, Sukomanunggal, Kota Surabaya. Saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi L 6167 UA dengan membonceng tiga orang penumpang.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kendaraan korban melaju dari arah barat, yakni Pujon, menuju arah timur atau Kota Batu. Saat memasuki wilayah Dusun Songgokerto KM 04-05, kondisi jalan menurun tajam dan lurus.
“Diduga pengendara kurang hati-hati saat melintasi jalan menurun tajam itu sehingga kendaraan mengalami gagal fungsi rem atau rem blong sehingga meluncur dengan kecepatan tinggi dan tidak terkendali,” ungkap Kevin.
Baca juga: Sopir Truk Rem Blong di Kota Batu Ditetapkan Jadi Tersangka
Sepeda motor yang hilang kendali kemudian oleng ke sebelah kanan dan menghantam tembok dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan Ari Wibowo mengalami cedera serius pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tiga Penumpang Luka, Satu Anak Patah Tulang

Selain korban meninggal dunia, tiga penumpang lainnya juga mengalami luka dalam kecelakaan tunggal tersebut. Mereka adalah sang istri Rahayu (45), Dhio Bintang Septian (12), dan Nasyawa Aqeela Ramadhani (9).
“Untuk ibu dan anak perempuan luka ringan, tapi yang anak laki-laki luka berat mengalami patah tulang pada kedua kakinya,” jelas Kevin.
Setelah kejadian, seluruh korban luka segera dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama warga sekitar menuju RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan hasil sementara, kecelakaan diduga disebabkan faktor manusia.
“Di mana pengendara kurang bisa menguasai laju kecepatan kendaraan di medan jalan yang menurun tajam,” kata Kevin.
Pihak kepolisian kembali mengimbau para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor matic, untuk selalu mengecek kondisi rem serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur pegunungan yang curam di wilayah Kota Batu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


























