Malang, Tugumalang.id – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Tim Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan workshop dan sosialisasi media WAYANG Hijaiyah (Wahana Aksara Hijaiyah Nyaman dan Gampang) di SLB BC Dharma Wanita 01 Pakisaji, Kabupaten Malang, pada 25 September 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikti Saintek).
Baca juga: Berbagi Ilmu di Tugu Inspirasi Talks, Dosen Psikologi UM Berbicara Pentingnya Kesadaran Diri dalam Menjaga Kesehatan Mental
Inovasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah Berbasis AI

WAYANG Hijaiyah dikembangkan sebagai solusi inovatif pembelajaran huruf hijaiyah bagi siswa tunarungu dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Media ini menggabungkan elemen visual, audiovisual, dan interaktivitas untuk menggantikan metode belajar konvensional yang masih dominan bersifat verbal.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Fakultas Psikologi UM dan Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Jember, serta mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam pelatihan dan pendampingan.
Ketua Tim Dosen, Rizka Fibria Nugrahani, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengedepankan pendekatan interaktif dan ramah disabilitas, di mana guru, orang tua, dan siswa dapat berpartisipasi langsung dalam praktik penggunaan media.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat merasakan langsung manfaat teknologi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa,” ujar Rizka.
Selaras dengan Konsep UM Green Campus dan SDGs
Program WAYANG Hijaiyah menjadi bagian dari komitmen Universitas Negeri Malang menuju Green Campus, yang menitikberatkan pada inovasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berkelanjutan.
Dari hasil evaluasi kegiatan, diketahui terjadi peningkatan pemahaman guru dan orang tua lebih dari 30% mengenai strategi pendampingan siswa tunarungu. Sementara itu, siswa menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengenal huruf hijaiyah, serta peningkatan motivasi dan konsentrasi belajar.
“Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat akademis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri anak, memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan perguruan tinggi,” tambah Rizka.

Dukungan terhadap SDGs dan Pendidikan Inklusif
Inovasi WAYANG Hijaiyah secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memastikan akses pendidikan inklusif dan setara bagi siswa disabilitas.
SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan): Memberikan kesempatan yang setara bagi siswa tunarungu untuk mengakses literasi keagamaan.
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Meningkatkan kesejahteraan psikologis guru, orang tua, dan siswa.
Rizka menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang pemeliharaan kesehatan mental dan kesejahteraan sosial.
Baca juga: Prodi S3 Psikologi UMM Hadirkan Dosen Tamu Internasional Eks Interpol Bahas Perdagangan Manusia
Dampak Nyata bagi Guru, Orang Tua, dan Siswa
Melalui program WAYANG Hijaiyah, guru memperoleh keterampilan baru dalam penggunaan media digital inklusif yang dapat memperkaya metode pembelajaran.
Orang tua siswa tunarungu mendapatkan wawasan pendampingan anak di rumah, sementara siswa dapat belajar huruf hijaiyah secara lebih menyenangkan, mandiri, dan mudah dipahami.
“Kami berharap WAYANG Hijaiyah dapat memperluas akses pendidikan inklusif di berbagai SLB, sekaligus mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi di bidang pengabdian masyarakat,” pungkas Rizka.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























