Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Catatan Mudik (18): Ini Sisi Menarik Kompleks Percandian Muarajambi

Redaksi by Redaksi
Mei 21, 2022 3:12 pm
in Pilihan Redaksi
Catatan Mudik

Kompleks Percandian Muarajambi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.foto/Abdi Purmono

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Saat berada di Jambi selama dua hari, wartawan senior yang mudik dari Malang, Jawa Timur ke Medan, Sumatera Utara, dengan mengendarai sepeda motor menempuh jarak 2756 km, meyempatkan mampir di Kompleks Percandian Muarajambi di Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muaro Jambi, 26 kilometer sebelah timur Kota Jambi.


SAYA
merasa sangat beruntung bisa berada di Provinsi Jambi selama dua hari. Saya berangkat dari Kota Malang pada Sabtu (30/4/2022), tiba di Kota Jambi pada Jumat malam (6/5/2022).

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Saya “disandera” kawan-kawan di Jambi supaya cukup beristirahat setelah menempuh enam hari perjalanan. Maka, jadilah saya menginap dua malam di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi.

Kompleks Percandian Muarajambi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.foto/Abdi Purmono

Pada Sabtu sore, saya diajak Ramond dan Hidayat mengunjungi Kompleks Percandian Muarajambi di Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muaro Jambi, 26 kilometer sebelah timur Kota Jambi. Inilah untuk pertama kalinya saya melawat ke kompleks percandian terluas di kawasan Asia Tenggara itu.

Kami mendatangi Candi Kotomahligai lebih dulu, lalu bergeser ke Candi Kedaton, dan menyudahi kunjungan di Museum Percandian Muarajambi yang satu areal dengan lokasi Candi Gumpung.

Ramond banyak menjelaskan perihal Kompleks Percandian Muarajambi. Ia juga mengutarakan keinginannya agar penulisan nama percandian itu tidak sama dengan penulisan nama Kabupaten Muaro Jambi, yaitu Kompleks Percandian Muarajambi.

Secara formal, penulisan nama percandian ini merujuk pada penulisan nama resmi Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi. Yaitu Situs Kawasan Percandian Muarajambi. Bahkan pada 30 Desember 2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Kompleks Percandian Muarajambi sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi.

undakan yang masih tersisa di kompleks Percandian Muarajambi. foto/Abdi Purmono

“Penulisan namanya sudah banyak keliru. Umumnya ditulis Candi Muaro Jambi. Padahal, faktanya, Candi Muaro Jambi itu tidak ada. Adanya ya Kompleks Percandian Muarajambi. Tapi memang sudah terlanjur. Setidaknya kita tidak menambah kekeliruan baru walau dari sisi algoritma Google, misalnya, nama Candi Muaro Jambi lebih populer atau ngehits dibanding nama Kompleks Percandian Muarajambi,” kata Ramond, yang tekun mengamati perkembangan Kompleks Percandian Muarajambi.

Kendati kalah populer dibanding Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Provinsi Jawa Tengah; Candi Singosari di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, atau Candi Muaratakus di Provinsi Riau, misalnya, percayalah ada begitu banyak hal menarik dari Kompleks Percandian Muarajambi yang bisa ditulis dan dikisahkan.

Sumur yang berada di kompleks Percandian Muarajambi. foto/Abdi Purmono

Saya merangkumnya buat pembaca dengan bersumber dari penjelasan panjang Ramond, ditambah informasi yang tersaji di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan laman Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, serta sumber lain yang relevan.

Pertama, Kompleks Percandian Muarajambi merupakan kompleks percandian agama Buddha seluas 3.981 hektare atau setara delapan kali luas areal Candi Borobudur di Provinsi Jawa Tengah. Luasnya membentang sepanjang 7,5 kilometer dari barat ke timur di tepi Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau Sumatera.

Selain jadi yang terluas di Indonesia, Kompleks Percandian Muarajambi juga terluas di kawasan Asia Tenggara. Kompleks Candi Muaro Jambi membentang dari barat ke timur di tepian Sungai Batanghari sepanjang 7,5 kilometer.

Diduga, kompleks percandian ini dibangun dan dikembangkan dari abad ketujuh sampai Abad 12 Masehi, serta merupakan warisan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu Kuno. Penemuan Kompleks Percandian Muarajambi pertama kali dilaporkan oleh seorang tentara Inggris bernama SC Crooke pada 1824. Namun, pemugaran pertama kompleks percandian itu dilakukan Pemerintah Republik Indonesia pada 1975.

Kedua, berdasarkan penelitian yang ada, Kompleks Percandian Muarajambi di masa lalu merupakan tempat peribadatan agama Buddha sekaligus pusat pendidikan setingkat universitas. Dugaan ini diperkuat dengan temuan arca dan artefak bercorak Buddhisme.

Sumur yang berada di kompleks Percandian Muara Jambi. foto/Abdi Purmono

Kompleks Percandian Muarajambi berintikan 110 candi dan 85 menapo (gundukan tanah). Kompleks percandian ini mencakup percandian, situs permukiman kuno, dan sistem jaringan perairan di masa lalu. Secara administratif, lokasi KCBN Muarajambi terhampar di delapan desa, yaitu Muarajambi, Danau Lamo, dan Dusun Baru di Kecamatan Marosebo, serta Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Dusun Mudo, Teluk Jambu, dan Tebat Patah di Kecamatan Taman Rajo.

Candi yang ada di Kompleks Percandian Muarajambi adalah Candi Gumpung, Candi Kedaton, Candi Kotomahligai, Candi Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong Dua, Candi Gedong Satu, hingga Telago Rajo.

Selain candi, Kompleks Percandian Muarajambi juga berisi parit atau kanal kuno, kolam tempat penampungan air, serta gundukan tanah yang menyimpan susunan bata kuno. Ada beberapa arca yang ditemukan seperti arca prajnaparamita, arca dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lesung batu. Ditemukan pula gong perunggu beraksara Cina, tulisan mantera Buddha di kertas emas, keramik asing, tembikar, hingga mata uang Cina.

Sedangkan masyarakat setempat menjuluki gundukan-gundukan tanah di Kompleks Percandian Muarajambi dengan nama Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Ketiga, pada 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Kompleks Percandian Situs Candi Muarajambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu atau KWST. Pada 2009, KWST diajukan sebagai Situs Warisan Dunia kepada Komite Warisan Dunia UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Keempat, Kompleks Percandian Muarajambi mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri pada fungsinya. Diduga kompleks percandian ini berfungsi sebagai pusat pendidikan terbesar di Benua Asia. Setaraf universitas internasional di masa lalu. Ada kemiripan “Universitas Muarajambi” dengan Universitas Nalanda di India.

Arca patung Prajnaparamita, Dewi Kebajikan dalam ajaran Buddhisme, yang jadi koleksi Museum Percandian Muarajambi. foto/Abdi Purmono

Konon, banyak pelajar asing dari India, Tiongkok, dan Tibet menuntut ilmu di sana. Menempati asrama dengan sekitar 2.000 kamar. Mereka tidak cuma mempelajari agama, tapi juga mempelajari beragam cabang ilmu. Utamanya seni, ilmu kedokteran, filsafat, arsitektur. Mereka juga mengembangkan teknologi. Hal ini menggambarkan Indonesia pernah jadi pusat peradaban terpandang seribuan tahun silam.

Kelima, bangunan di Kompleks Percandian Muarajambi juga unik. Yaitu dibangun dari susunan batu bata yang direkatkan tanpa semen, tapi dengan air dan matahari.

Bermodal kelebihan dan keunikannya itulah Presiden Joko Widodo tiada ragu ingin merestorasi KCBN Muarajambi setelah melihat langsung ke sana pada 7 April 2022 lalu supaya nama KCBN Muarajambi, serta nama Provinsi Jambi dan nama Indonesia kian berjaya dan mendunia.

Reporter: Abdi Purmono
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: catatan mudikcatatan mudik 2756 kilometerkompleks percandian muarajambiMudik Malang-Medan dengan Bersepeda MotorProvinsi Jambi

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
halalbihalal nu um

Halalbihalal NU UM: Generasi Muda Harus Cepat Merespons Perubahan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.