Ini Perbedaan Vaksin Sinovac Tahap Pertama dan Tahap Kedua

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo

MALANG – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, menjelaskan bahwa vaksinasi tahap pertama yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes), ternyata memiliki perbedaan dari vaksinasi tahap kedua untuk TNI, Polri, Guru, ASN, wartawan dan lainnya.

Arbani menjelaskan jika perbedaan tersebut berada pada ukuran 1 vial vaksin jenis Sinovac tersebut.

Bacaan Lainnya

“Untuk vaksinasi kali ini tidak ada perbedaan jenis vaksin, tapi bedanya kalau dulu 1 vial itu cukup untuk satu kali suntikan kalau sekarang 1 vial bisa untuk 10 suntikan,” terangnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, ia mengatakan jika saat ini 1 vial vaksin bisa digunakan untuk 10 orang penerima vaksin.

“Jadi satu vial bisa dipakai untuk 10 orang, selanjutnya disiapkan 1 vial lagi untuk 10 orang yang sama,” ungkapnya.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini mengatakan perbedaan ini, karena pada tahap pertama vaksin-vaksin Sinovac tersebut didatangkan langsung dari China.

“Perbedaan ini karena yang pertama dulu adalah Sinovac yang langsung dari luar (China). Dan sekarang Sinovac yang baru ini diproduksi oleh Bio Farma sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arbani mengatakan jika pihaknya sudah mendistribusikan vaksin-vaksin sebanyak 2.453 dosis kepada TNI dan Polri.

“Setelah kami cek yang paling urgent itu adalah TNI dan Polri, setelah kami cek yang untuk TNI ada 1.227 orang dan sudah kami serahkan vaksinnya. Dan untuk vaksinasi katanya menunggu instruksi dari Panglima. Kemudian ada Polri dalam hal ini Polres ada 1.226 orang dan sudah kami lakukan penyuntikan mulai hari Kamis minggu lalu,” bebernya.

Baca Juga  Polres Malang Siapkan Pengamanan Ganda untuk Piala Menpora 2021

Juga ada tambahan 3.000 vaksin untuk nakes yang belum divaksinasi pada tahap pertama dulu. Nakes-nakes tersebut akan diikutsertakan pada vaksinasi tahap kedua ini.

Kemudian, sejak Senin lalu Dinkes Kabupaten Malang melaksanakan vaksinasi kepada 14 ribu sampai 15 ribu secara bertahap.

“Kemudian adalah vaksinasi untuk Guru, jumlahnya adalah 14 ribu sampai 15 ribu orang. Untuk vaksinasinya sudah dilaksanakan mulai dari Senin kemarin,” ucapnya.

Guru-guru yang divaksin sendiri sementara adalah guru-guru yang bekerja di sekolah negeri.

“Ini sementara adalah guru di sekolah negeri, untuk yang swasta belum. Itu data kami peroleh dari Diknas Kabupaten Malang,” jelasnya.

“Untuk yang swasta belum tahu, jadi kami juga masih menunggu vaksin, tapi data sudah ada,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *