Tugumalang.id – Industri pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur agaknya bakal menghadapi dinamika yang menantang. Pasalnya, fakta pahit terbaru mulai tersingkap dari para pelaku wisata yang bahkan mengungkap sinyal ‘lampu kuning’ bagi ekosistem ekonomi pariwisata di Kota Batu.
Fakta pahit itu terungkap dalam sebuah Sarasehan Pariwisata yang digelar Batu Guide Community (BGC) bekerja sama dengan DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batu, Senin (9/3/2026) malam.
Baca Juga: Alun-alun Kota Batu Masa ke Masa, dari Lapangan Desa Jadi Jantung Pariwisata
Forum ini menjadi ruang diskusi kritis membahas berbagai persoalan yang melanda industri perjalanan wisata belakangan ini.
Dalam diskusi tersebut mengungkap fakta pahit yang tengah dihadapi industri. Sektor penunjang seperti pusat oleh-oleh, catering, transportasi, hingga perhotelan dilaporkan mengalami penurunan pendapatan cukup signifikan yang berkisar antara 30 hingga 40 persen.
Kondisi ini memicu alarm bagi para pelaku usaha untuk segera meninggalkan cara-cara lama. Inovasi target pasar dan diversifikasi produk kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan hidup.

Anggota DPRD Kota Batu, Hasan Abdillah, yang turut hadir dalam diskusi menegaskan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan pariwisata di tengah situasi ekonomi yang menantang hari ini. Ia mengingatkan bahwa Kota Batu tidak boleh berpuas diri atau stagnan jika ingin tetap kompetitif.
“Situasi pariwisata di Kota Batu harus tetap inovatif. Jika kita hanya bertahan atau stagnan, itu sama saja dengan kita melangkah menuju kekalahan. Setiap tantangan harus kita ubah menjadi peluang,” tutur Hasan.
Baca Juga: Optimisme Kebangkitan Pariwisata Menguat di MUSDA V ASPPI Jatim di Tengah Tekanan Ekonomi
Meski begitu, dalam diskusi dinamis itu justru melahirkan ide dan semangat baru untuk kembali membangkitkan ekonomi pariwasata kota dingin tersebut. Mulai dari pengembangan wisata kuliner hingga pemanfaatan desa wisata untuk kegiatan komunitas otomotif seperti mobil klasik dan Vespa.
Sebagai tindak lanjut, forum itu juga melahirkan Pakta Integritas yang ditandatangani perwakilan berbagai asosiasi kepariwisataan di Batu dan se-Malang Raya.
Beberapa tokoh dan lembaga yang turut menandatangani antara lain Ketua DPC HPI Kota Batu & Ketua BGC, Ketua DPC HPI Malang, Ketua Komunitas Rental Mobil (Korembi) & Paguyuban Catering Pariwisata (PCP). LSP Paresta & PokdarwiS hingga Ketua BAPTA, PRAM, PAM, IHSA dan PHRI.
Berikut 7 poin penting Pakta Integritas tersebut:
1. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu
Program pariwisata disesuaikan dengan visi dan misi Wali Kota. Fokus program meliputi pengembangan kebudayaan, peningkatan SDM pariwisata, pengembangan destinasi wisata, serta promosi wisata. Semua program membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
2. Pelaku Usaha Pariwisata
Beberapa sektor pariwisata seperti oleh-oleh, catering, transportasi wisata, dan hotel mengalami penurunan pendapatan sekitar 30-40 persen. Untuk mengatasinya, pelaku usaha mencoba berinovasi dan memperluas target pasar.
3. Tour & Travel
Walaupun ada penurunan di beberapa sektor, ada juga perusahaan tour yang mengalami pertumbuhan karena fokus pada pelayanan wisata dan pengalaman yang diberikan kepada tamu.
4. Event Organizer (EO)
Event dapat menjadi cara untuk menarik wisatawan. EO dapat bekerja sama dengan hotel, restoran, dan tempat wisata. Namun diperlukan dukungan dan regulasi dari pemerintah agar event lebih mudah diselenggarakan.
5. Ide Pengembangan Wisata
Beberapa ide disampaikan antara lain seperti pengembangan wisata gastronomi (kuliner), program walking tour dengan story telling sejarah kota. Kegiatan wisata tematik di desa-desa dan Event komunitas seperti komunitas mobil klasik atau vespa
6. Masalah yang Dihadapi Guide Pariwisata
Guide pariwisata termasuk pekerja rentan karena pekerjaan mereka berisiko dan belum memiliki perlindungan yang cukup. Mereka berharap adanya perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja.
7. Peran Pemerintah dan DPRD
Diperlukan percepatan penetapan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA). Agar kebijakan dan anggaran pariwisata lebih jelas serta dapat mendukung perkembangan pariwisata Kota Batu.
Pariwisata Kota Batu perlu inovasi, kerja sama antar pelaku wisata, penyelenggaraan event, serta dukungan kebijakan dari pemerintah agar dapat berkembang dan meningkatkan jumlah wisatawan.
Dengan ditekennya Pakta Integritas ini, para pelaku wisata di Kota Batu dan Malang Raya sepakat kunci kemenangan di masa depan adalah kolaborasi lintas sektor, bukan kompetisi yang saling menjatuhkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























