Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Ikhtiar Maslahah NU Bukan Sekadar Islah, Habib Musthofa Alaydrus Tegaskan Demi Persatuan Umat

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2026 10:05 am
in News
Maslahah NU

KH Habib Musthofa Tuban tegaskan maslahah NU bukan sekadar islah, namun untuk menjaga persatuan umat Islam. /Foto: Tugu Media Group/Irham Thoriq.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – KH. Habib Musthofa Alaydrus akhirnya membuka secara gamblang proses panjang ikhtiar maslahah yang tengah bergulir di tubuh Nahdlatul Ulama dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menegaskan bahwa dinamika internal NU tidak dapat dipersempit hanya sebagai proses islah semata. Menurutnya, ikhtiar yang dilakukan saat ini merupakan upaya maslahah yang menyeluruh demi menjaga persatuan jam’iyah serta keutuhan umat Islam Indonesia.

READ ALSO

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Pernyataan tersebut disampaikan Habib Musthofa usai menghadiri sejumlah kegiatan pengajian di beberapa wilayah, Jumat (2/1/2026).

“Dalam proses ini sering muncul istilah islah dan maslahah. Islah pertama, kedua, hingga ketiga ternyata tidak sepenuhnya bisa diterima oleh semua pihak. Karena itu, saya memaknainya bukan sekadar islah, tetapi ikhtiar maslahah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa maslahah yang dimaksud tidak berpihak pada kelompok tertentu, melainkan diarahkan untuk kepentingan NU secara kelembagaan dan umat Islam secara luas.

“Maslahah untuk semuanya. Maslahah untuk NU dan maslahah untuk umat Islam Indonesia,” ujarnya.

Maslahah NU
KH Habib Mustofa (tengah) bersama Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kiri)./Foto: Dok. Istimewa.

Dari Islah Pondok hingga Musyawarah Kubro

Habib Musthofa memaparkan, rangkaian ikhtiar tersebut bermula dari islah pertama yang digelar di Pondok Pesantren Ploso, Kediri. Upaya itu kemudian berlanjut ke islah kedua di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Tahapan berikutnya adalah islah ketiga yang direncanakan berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yang kemudian dikenal sebagai Musyawarah Kubro. Namun, pada tahap terakhir ini berbagai hambatan muncul sehingga pertemuan yang diharapkan belum dapat terlaksana.

Baca juga: Mengenal Sosok KH Masjkur, Ulama dan Pahlawan Nasional dari Malang Penegak Keutuhan Indonesia

Dalam agenda Musyawarah Kubro tersebut, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar sejatinya telah menyampaikan kesiapannya untuk hadir. Hal itu disampaikan secara pribadi kepada Habib Musthofa.

Komunikasi tersebut terjadi ketika Habib Musthofa hendak menghadiri pengajian di Kediri. Sehari sebelumnya, ia sempat mengikuti ceramah di Denanyar, Jombang, tepatnya di Pondok Pesantren peninggalan KH. Bisri Syansuri.

Dalam kesempatan itu, Habib Musthofa bertemu dengan tokoh NU KH. Said Aqil Siradj, Ketua PBNU periode 2010–2015 dan 2015–2020. Sementara itu, tokoh NU lainnya yang juga pernah menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019–2024, Ma’ruf Amin, berhalangan hadir.

“Setelah itu saya melanjutkan agenda ke Kediri untuk ceramah di Haul Habib bin Muhammad Thohir Ba’abud Kediri dan bermalam di hotel,” tutur Habib Musthofa.

Para kyai NU
Dari kiri, KH Habib Mustofa, KH Miftakhul Akhyar, KH Yahya Cholil Staquf, H Syaifullah Yusuf dalam sebuah kesempatan di Surabaya./Foto: Dok. Istimewa.

Menjadi Penghubung, Bukan Pendamai

Keesokan harinya, Habib Musthofa kembali menerima telepon dari KH Miftachul Akhyar yang menyampaikan niat dan kesiapannya untuk hadir. Informasi tersebut kemudian ia sampaikan kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, dengan harapan pertemuan dapat terwujud demi kemaslahatan bersama.

“Saya diminta menjadi penyambung komunikasi, karena Kiai Miftah cukup akrab dengan saya. Beliau adalah guru, juga seperti ayah bagi saya. Sementara Gus Yahya juga masih memiliki hubungan keluarga dengan istri saya,” jelasnya.

Meski demikian, Habib Musthofa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memposisikan diri sebagai pendamai dua kubu yang berbeda pandangan di NU. Menurutnya, peran utama justru berada di tangan para ulama dan warga NU secara keseluruhan.

“Saya bukan pendamai. Pendamai itu adalah seluruh warga NU, ulama Lirboyo, Ploso, Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar, Pondok Sarang Kajen Pati, Leteh Rembang, Lasem, Bangkalan, Pasuruan, dan pondok-pondok lainnya,” ungkapnya.

Ia menyebut sejumlah kiai dan tokoh NU yang selama ini menjadi penopang utama ikhtiar tersebut. “Saya hanya membantu menyambungkan komunikasi agar pertemuan bisa terjadi demi maslahah,” tegasnya.

Wacana MLB dan Konsekuensinya

Gagalnya pertemuan kemudian memunculkan berbagai wacana, termasuk Muktamar Luar Biasa (MLB). Habib Musthofa menilai, MLB bukan agenda ringan karena memiliki konsekuensi besar bagi organisasi.

Ia menegaskan bahwa baik Gus Yahya maupun Kiai Miftah merupakan sosok pilihan yang sama-sama memiliki kepedulian besar terhadap warga NU. Menurutnya, sejatinya para tokoh tersebut tidak menghendaki MLB.

Namun karena pertemuan belum terwujud dan dinamika terus berkembang, situasi dibiarkan mengalir dengan tenggat waktu tertentu. Setelah kembali ke rumah, sejumlah kiai kembali mendatangi Habib Musthofa dan berharap ikhtiar pertemuan tetap dilanjutkan.

Menindaklanjuti hal itu, Habib Musthofa kemudian bertolak ke Surabaya untuk bertemu tim Kiai Miftah. Diskusi intens dilakukan, mulai dari mekanisme undangan hingga kepastian kehadiran Gus Yahya.

“Saya sampaikan, jika ada undangan datang dari kami, saya siap menjadi jaminannya demi maslahah bersama,” ungkapnya.

Sejumlah lokasi sempat dipertimbangkan, mulai dari Bangkalan, Pasuruan, Kaliwungu, Ploso, Tebuireng, hingga Lirboyo. Setelah melalui musyawarah panjang, disepakati pertemuan digelar di Pondok Pesantren Lirboyo.

Selanjutnya, komunikasi bergeser dan dialihkan ke Pondok Suci Mambaus Sholihin, Gresik milik KH. Masbuhin Faqih. Proses musyawarah berlangsung intens sejak Senin hingga Rabu, bahkan hingga dini hari.

Salah satu poin penting yang disepakati adalah redaksi undangan harus menggunakan bahasa santun dan tidak menyinggung pihak manapun. Dalam perkembangan berikutnya, muncul usulan perubahan lokasi dan waktu pertemuan menjadi pukul 10.00 WIB atas saran KH. Huda.

Habib Musthofa menegaskan perubahan tersebut murni penyesuaian jadwal.

“Di Pondok Ploso pukul 14.00 sudah ada agenda Bani Baidhowi. Jadi ini penyesuaian, bukan penolakan,” tegasnya.

Tegaskan Komitmen untuk NU

Menutup keterangannya, Habib Musthofa kembali menegaskan bahwa seluruh ikhtiar yang ia lakukan semata-mata demi menjaga kemaslahatan NU dan persatuan umat Islam.

“Saya hanya berusaha menyambungkan komunikasi. Selebihnya, maslahah ini adalah kehendak Allah yang ditopang doa warga NU,” pungkasnya.

Setelah pertemuan di Lirboyo, Habib Musthofa berencana melanjutkan silaturahmi dengan Gus Yahya bersama Gus Said Amin Husni, didampingi sejumlah tokoh NU lainnya, sebelum kemudian bersilaturahmi ke kediaman KH Miftachul Akhyar.

Agenda tersebut akan ditutup dengan silaturahmi lanjutan berupa syukuran, sholawatan, serta makan bersama pengurus PBNU di kediaman KH Miftachul Akhyar. Dalam rangkaian kegiatan itu, Habib Musthofa ditunjuk sebagai pemandu acara.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko

Tags: Gus YahyaHabib Musthofa AlaydrusIslah PBNUKH Miftachul AkhyarKH. Yahya Cholil StaqufNahdlatul UlamaNUpbnuRais Aam PBNU

Related Posts

Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Forum kajian KURMA PMII Kota Malang. Foto/dok
News

Faisol Fatawi Ajak Kader PMII Menjaga Adab dalam Dialektika Intelektual

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
travel Malang Surabaya

Nikmati Perjalanan Lancar Travel Malang – Surabaya, Cepat dan Nyaman!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.