Tugumalang.id – Para pegiat lingkungan Komunitas Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) Kota Batu meragukan pernyataan akademisi Universitas Brawijaya, Prof. Barlah Rumhayati soal kontaminasi cemaran logam berat di hulu Sungai Brantas (Arboretum) Kota Batu.
Dalam pernyataannya di media, Prof. Barlah menyebut jika kualitas air di titik nol Sungai Brantas itu telah tercemar logam berat yang didominasi kandungan timbal. Cemaran timbal paling banyak timbul karena emisi dari kendaraan bermotor hingga aktivitas pertanian (penggunaan pupuk) dan limbah rumah tangga.
Meski begitu, para pegiat lingkungan dan air di Kota Batu masih meragukan hal itu. Seperti dikatakan oleh salah satu pegiat Sabers Pungli, Doddy Eko Wahyudi yang meminta Prof. Barlah memberikan penjelasan lebih detail, termasuk bukti hasil dari laboratorium.
Baca Juga: Bocah 10 Tahun Hanyut di Sungai Brantas Kota Malang, Pencarian Masih Berlangsung
”Selain itu, sampelnya juga diambil di titik yang mana, kan belum jelas. Hulu Sungai Brantas yang ada di Kota Batu ada sebanyak 273 sumber air sebagai penyuplai air. Baru di paling ujung ada titik nol di kawasan Arboretum,” ujar Doddy pada awak media, Kamis (7/8/2025).
Sebelumnya, pegiat sumber mata air di Sabers Pungli telah melakukan identifikasi sumber mata air di Kota Batu. Hasilnya, ditemukan 273 sumber air di Kota Batu ini yang masih aktif (mengeluarkan air).
Dari 273 sumber mata air yang teridentifikasi itu, sambung dia, tidak semua berada di ruang terbuka milik publik. ”Bahkan ada juga sumber mata air yang berada di pekarangan rumah warga,” imbuh Bayu Sakti, aktivis Sabers Pungli yang lain.
Baca Juga: Menteri LHK Tanam 100 Pohon di Titik No Sungai Brantas Kota Batu
Sebab itu, pihaknya mendorong kepada Prof. Barlah untuk memberikan keterangan lebih detail terkait hasil penelitiannya. Ini penting, tegas dia, agar warga Kota Batu tidak resah. ”Apalagi dalam berita itu disebut bahwa warga tidak disarankan untuk minum air itu secara langsung,” ujar Doddy.
”Jadi, kami masih meragukan pernyataan itu. Perlu dibuat seminar publik atau apa agar masyarakat ini tidak resah. Jangan-jangan, sampelnya diambil di bawah arboretum,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























