Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Heboh! Kasus Pernikahan Sejenis di Malang Terkuak, Ini Sorotan dari Perspektif Kesehatan dan Agama

Redaksi by Redaksi
April 11, 2026 12:16 pm
in News
Perspektif pernikahan sejenis dari kacamata agama dan kesehatan usai heboh kasus pernikahan sejenis di Malang. /Foto: Pinterest/Sarah

Perspektif pernikahan sejenis dari kacamata agama dan kesehatan usai heboh kasus pernikahan sejenis di Malang. /Foto: Pinterest/Sarah

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Fenomena pernikahan sejenis kembali menjadi perbincangan hangat di publik, setelah mencuatnya kasus pernikahan sejenis di Malang yang lantas viral dan menyita perhatian masyarakat luas.

Peristiwa ini tidak hanya menghadirkan polemik hukum dan sosial, tetapi juga membuka diskusi panjang terkait perspektif pernikahan sejenis dari kacamata agama maupun kesehatan.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Baca Juga: Kasus Pernikahan Lesbian di Malang dalam Prespekif Lovology

Dalam konteks Indonesia yang kental dengan nilai religius dan norma sosial, isu ini menjadi sensitif sekaligus kompleks, memunculkan beragam pandangan dari berbagai kalangan.

Kronologi Kasus: Pernikahan yang Berujung Laporan Polisi

Kasus ini bermula dari hubungan antara dua perempuan berinisial IA dan R di Kota Malang. Keduanya bertemu pada awal Februari 2026 di salah satu kafe yang ada di Kota Batu dan kemudian berlanjut ke hubungan yang lebih serius.

Keduanya menikah siri pada 3 April 2026, hingga pihak IA mengaku tidak mengetahui identitas asli dari pasangannya itu. Masalah ini kemudian memicu laporan ke polisi atas dugaan penipuan dan pemalsuan identitas.

Di sisi lain, pihak R sebagai terlapor membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa identitasnya telah diketahui sejak awal hubungan. Perbedaan versi ini bahkan berkembang menjadi saling lapor antara kedua pihak.

Kasus ini semakin rumit dengan dugaan motif ekonomi dan kemungkinan tindak pidana lain, seperti indikasi perdagangan orang, yang kini masih dalam proses penyelidikan aparat. Peristiwa ini pun viral di media sosial dan memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.

Perspektif Pernikahan Sejenis dari Kacamata Kesehatan

Dari kacamata kesehatan, isu pernikahan sejenis bukan soal orientasi seksual, tetapi juga sebagai tantangan kesehatan fisik dan mental yang kompleks.

Baca Juga: Heboh Pernikahan Sesama Jenis di Kota Malang, Ini Klarifikasi Yupi Rere: Saya Tidak Penah Mengaku Laki Laki

Dr. Hiradipta Ardining dari Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024), menjelaskan risiko dari pernikahan sejenis, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Dari sisi infeksi penyakit menular seksual (IMS), hubungan seks sesama jenis, terutama pada pasangan laki-laki, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terjadinya HIV, sifilis, gonore, dan infeksi HPV, karena lubang anus lebih rentan cedera dan penularan mikroorganisme dibandingkan alat kelamin wanita.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa kelompok laki-laki dengan pasangan seksual laki-laki (LPL) menjadi salah satu kelompok populasi kunci dengan angka penularan HIV yang relatif tinggi, sehingga perlu difokuskan dalam program pencegahan, tata laksana, dan edukasi kesehatan.

Secara kesehatan mental, penelitian internasional menemukan bahwa individu dengan orientasi seksual minoritas (lesbian, gay, biseksual, transgender/LGBT) memiliki angka depresi, kecemasan, dan keinginan bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan kelompok heteroseksual, terutama jika hidup di lingkungan dengan stigma dan diskriminasi kuat.

Studi kesehatan masyarakat terkait pernikahan sesama jenis menunjukkan bahwa pengakuan hukum dan dukungan sosial dapat menurunkan stres psikologis dan memperbaiki indikator kesehatan mental, namun sebaliknya, ketika tidak mendapat dukungan keluarga dan masyarakat, justru dapat memperburuk risiko depresi dan gangguan kecemasan.

Di Indonesia, situs resmi Kementerian Kesehatan maupun laporan kesehatan masyarakat menyebut pentingnya pendekatan yang tidak menghakimi, tetapi tetap mengedepankan perlindungan kesehatan fisik, misalnya dengan kampanye penggunaan kondom, tes IMS rutin, dan vaksinasi HPV, serta layanan konseling dan psikososial bagi kelompok yang berisiko.

Perspektif Pernikahan Sejenis dari Kacamata Agama

Melansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah mengeluarkan fatwa yang dengan jelas mengharamkan praktik seks sejenis dan menegaskan bahwa pernikahan sesama jenis tidak dapat diakui secara syariah maupun dalam kerangka negara.

MUI bahkan merekomendasikan pemerintah untuk tidak mengakui pernikahan sejenis dan mencegah penyebaran “orientasi seksual menyimpang” di tengah masyarakat, termasuk melalui pendidikan, penyuluhan, dan rehabilitasi.

Beberapa artikel jurnal dan buku tentang hukum Islam dan LGBT juga menegaskan bahwa meskipun Islam mengakui eksistensi individu dengan orientasi non‑heteroseksual sebagai realitas sosial, agama tidak memberikan ruang legitimasi hukum bagi perkawinan sejenis dan menempatkan aktivitas seksual sesama jenis dalam kategori terlarang yang berat.

Di sisi lain, Kementerian Agama melalui berbagai program pendidikan keagamaan dan layanan pernikahan menegaskan bahwa pernikahan yang diakui adalah pernikahan berdasarkan Undang-Undang Perkawinan, yaitu antara satu laki‑laki dan satu perempuan, sehingga pernikahan sejenis tidak masuk dalam ranah yang dapat dilegalkan atau dibimbingkan melalui lembaga keagamaan resmi.

Dengan demikian, perspektif agama mayoritas di Indonesia menempatkan pernikahan sejenis sebagai bentuk relasi yang tidak sah secara syariah dan normatif, sehingga respons yang lebih diutamakan adalah pembinaan keagamaan, pemahaman kembali tentang fitrah dan keluarga.

Serta pencegahan terhadap praktik seksual yang dianggap menyimpang, sambil tetap menjaga hak asasi dan kemanusiaan mereka yang berbeda orientasi.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Kasus Pernikahan Sejenis Malangkota malangLGBTPernikahan Sejenis

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Dialog kebangsaan di Unikama yang mengulas moderasi beragama (dok. Unikama)

Unikama Gelar Dialog Kebangsaan, Moderasi Beragama Jadi Tameng Kampus Tangkal Radikalisme

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.