Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Happy Sunday; Waktunya Menghargai Kemalasan

Fajrus Sidiq by Fajrus Sidiq
Februari 6, 2022 6:00 am
in Ruang Cendekia
Kopi Pagi, Fajrus Sidiq.
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Happy sunday. selamat hari minggu. libur kerja. waktunya kumpul keluarga. waktunya malas-malasan? belum tentu. ada segunung baju kotor. dan lihat kendaraan, perlu dicuci. setelah seminggu kena hujan.

Bagi anda yang libur hari minggu, silakan maksimalkan. tapi kata pepatah Prancis, il fait trop beau pour travailler. hawanya terlalu bagus buat bekerja. majas ironi. padahal siapa yang mau kerja hari minggu? kecuali liburnya jumat. atau bisnisman yang libur kapan saja.

READ ALSO

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Hari minggu ini bisa jadi pengingat. agar menghargai kemalasan.  dalam berbagai tingkatan. ada yang malas penuh. malas separuh. malas bergerak dan lainnya.

Jika seminggu lalu kerjaan padat, hari ini waktu yang tepat. santai di rumah minum kopi. santai sama keluarga. baca berita yang terlewat karena sibuk kerja. tidur siang. paket yang tidak sia-sia. artinya sangat berharga.

Malas menurut saya adalah seni. menciptakan hening. hening menajamkan pikiran. ini sudah banyak yang meneliti. seperti hasil riset tidur siang hari. bisa meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. menurunkan tekanan darah. juga khasiat lainnya.

Saya tidak bahas tidur siangnya. tapi kemalasan ini. bukan berarti kerja keras adalah keliru. tapi ingat, ini hari minggu. hari libur. waktunya menghargai kemalasan. meniadakan pekerjaan.

Saya tulis ini setelah berulang kali, membaca tulisan si Fred Gratzon. jangan sampai ini mengganggu kemapanan anda bekerja. terutama anak remaja, yang bingung cari kerja. kata Fred, yang dihasilkan oleh kerja keras hanya kelelahan.

Apakah si Gozhali Everyday, si penjual foto di NFT, bekerja keras? coba lihat lagi pengakuannya. dia foto setiap hari buat animasi. setelah lima tahun jadi video. tujuannya sudah tercapai. lalu diunggah di NFT buat lucu-lucuan. akibatnya? jadi miliarder.

Dr. Richard feynman, dosen Universitas Cornell, juga begitu. Nobel fisikanya didapat, berawal dari kemalasan. dia membaca buku kisah seribu satu malam. lalu memutuskan main-main dengan fisika. hasilnya, sebuah teori baru.

Padahal dia bilang, itu nyaris tanpa usaha. seperti membuka tutup botol. karena awalnya dirasa tak penting. berawal dari main-main. dan lihat fisika saat ini, jadi menyenangkan buat yang belajar.

Jadi kata pengarang Inggris John Rushkin, tidak ada prestasi dilakukan karena kerja keras. hal-hal besar dilakukan oleh orang besar. dan itu dilakukan tanpa usaha sama sekali.

Ada juga ungkapan dahsyat. sering kita dengar. orang pintar kalah sama orang dalam. kalau jadi orang dalam, cukup malas-malasan. karena tau pasti menang.

Pedang Akan Selalu Kalah oleh Pikiran

Nah, sambil santai dan malas-malasan. coba cek lagi apa target kita. waktu bermalas-malasan ini biar berharga. kata Cak Lontong, mikir.

Seperti kata Kaisar Napoleon Bonaparte. di dunia ini ada dua kekuatan. pedang dan pikiran. pada akhirnya, pedang akan selalu kalah oleh pikiran. mirip cerita David mengalahkan Goliath.

Ya, energi habis karena kerja keras. dari senin sampai sabtu. jangan sampai kualat karena minggu masih kerja juga. kalau kerja forsir tenaga, setiap hari, tubuh jadi capek. padahal kan mens sana in corpore sano.

Bruce Lee juga pernah bilang. makin sedikit usaha, makin cepat dan kuat anda. kekuatan datang dari yang subtil. yang fundamental. yang mikro. yang kecil. yang lembut.

Saya contohkan begini. untuk menghancurkan rumah, tidak perlu 10 tukang dengan palunya. cukup kita sumet sumbu bom. sekali sumet langsung hancur. ini nyaris tanpa usaha.

Apalagi bom atom. molekul yang subtil. dan bom hidrogen. yang lebih subtil lagi. ledakannya lebih dahsyat dari bom atom. itu karena kekuatan, kata filosof, ada di dalam kelembutan. kelembutan ada dalam ketenangan.

Jadi, hari minggu ini kita maksimalkan. untuk malas-malasan. tujuannya agar dapat ketenangan. jadi lebih bugar. ini akan membuat pikiran jadi segar. menghasilkan ide cemerlang. karena ide itu mahal. di dunia start-up, ide disebut-sebut lebih mahal dari modal.

Tom Swayer, bisa menyelesaikan tugas. mendapatkan banyak hadiah. karena tidak melakukan apa-apa. seperti ditulis Mark Twain. maka kata Lao Tse, yang paling halus mengalahkan yang paling kasar. dari itu dia mengerti, apa keutamaan tidak berbuat apa-apa.

Tapi besok senin. kerja lagi ya. hehe… (*)

 

Fajrus Sidiq

GM Tugumalang.id

Tags: happy sundayMindset

Related Posts

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Ruang Cendekia

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Jumat, 4 Sep 2026
Siapa yang Berhak Disebut NU?
Ruang Cendekia

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Ruang Cendekia

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Ruang Cendekia

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Ruang Cendekia

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Ruang Cendekia

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
pertina - Yiyesta Ndaru Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua Pertina Kota Malang

Yiyesta Ndaru Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua Pertina Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.