Tugumalang.id – Solusi konkret persoalan banjir di wilayah Kota Malang masih menjadi tanda tanya yang tak kunjung menemui jawaban. Kini, Green Campus Universitas Negeri Malang (UM) mengajak masyarakat untuk memelihara drainase dan menanam pohon untuk mengatasi banjir di Kota Malang.
Ketua Green Campus UM, Prof Sumarmi memandang bahwa kondisi banjir di Kota Malang salah satunya akibat penyempitan drainase. Entah menebalnya sedimen, tersumbat sampah bahkan terganggu struktur bangunan.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Biaya, Ini Beasiswa Unggulan di Universitas Negeri Malang
“Kami melihat volume drainase mulai menyempit. Contoh saja di Jalan Suhat (Seokarno-Hatta), disana air tak mengalir ke sungai, justru sebaliknya,” kata dia.
“Drainasenya juga sering tersumbat sampah. Artinya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah,” imbuhnya.
Untuk itu, dia mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk memelihara drainase agar kinerja drainase optimal. Dengan demikian, limpahan air hujan bisa mengalir optimal.
Baca Juga: Jurusan Favorit di Universitas Negeri Malang, Bisa Jadi Pilihan Calon Mahasiswa!
Selain soal sampah, dia juga menyoroti padatnya konstruksi bangunan yang berpotensi menghambat kinerja drainase. Terlebih, kepadatan konstruksi bangunan juga mengurangi daya resap tanah kala hujan lebat turun.
“Jadi kalau hujan lebat, air akan melimpah. Kalau banyak pohon kan meresap ke tanah,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam memperluas kawasan terbuka hijau. Salah satunya dengan menanam pohon.
Dia melihat bahwa keberadaan hutan Kota di Kota Malang sudah cukup baik. Hanya saja, perkembangan konstruksi bangunan juga kian masif. Akibatnya, daya resap tanah menurun.
“Memang area terbuka hijau perlu diperluas. Kalaupun tidak, masyarakat perlu dilibatkan untuk menanam pohon,” ucapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























