Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Gejala dan Cara Mengatasi Toxic Productivity

Redaksi by Redaksi
September 20, 2021 4:24 pm
in News
Ilustrasi Toxic Productivity

Ilustrasi Toxic Productivity. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keinginan untuk produktif secara berlebihan ternyata tidak baik. Pasalnya, ada banyak hal yang akan diabaikan mulai dari kesehatan fisik dan mental hingga keluarga. Keinginan berlebihan ini biasa disebut toxic productivity, yaitu keinginan produktif yang telah menjadi racun.

Anda pasti sering mendengar slogan-slogan yang selalu mengingatkan untuk selalu produktif. Apalagi di masa pandemi ini, seringkali menjumpai ajakan untuk terus produktif meskipun di rumah saja.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Tidak salah apabila seseorang ingin produktif menghasilkan sesuatu yang ingin dicapai. Namun, produktif menjadi tidak sehat apabila dilakukan secara berlebihan hingga mengorbankan yang lainnya.

Toxic productivity, ialah keadaan di mana seseorang ingin terus produktif dengan cara apa pun. Sebetulnya obsesi demikian justru merusak ketimbang membangun. Apakah Anda termasuk, berikut ciri-ciri orang yang terjebak dalam toxic productivity.

1. Terobsesi untuk Produktif

Ciri utama orang yang terjebak dalam toxic productivity ialah selalu terobsesi untuk produktif. Obsesinya itulah yang seringkali mengorbankan segalanya seperti kesehatan dan waktu agar terus melakukan sesuatu. Ini justru membahayakan.

2. Memiliki Ekspektasi Sangat Tinggi

Memiliki ekspektasi terhadap suatu hal memang bagus. Tetapi ekspektasi tersebut akan berujung tidak baik apabila cenderung tidak realistis atau berlebihan. Harapan yang tinggi inilah yang membuat orang terjebak dalam toxic productivity, karena dia selalu berusaha agar ekspektasinya dapat terwujud.

3. Resah Ketika Memiliki Waktu Istirahat

Karena terbiasa melakukan pekerjaan secara penuh, dia resah ketika memiliki waktu untuk beristirahat. Dia merasa bahwa beristirahat akan menyebabkan dirinya menjadi tidak produktif lagi.

4. Tidak Pernah Merasa Puas

Orang yang terjebak dalam toxic productivity selalu merasa kurang puas terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka merasa harus melakukan yang lebih baik dari apa yang sudah mereka lakukan untuk menghasilkan hasil yang lebih baik pula. Padahal, apa yang dikerjakan sudah sangat baik dimata orang lain.

Lalu bagaimana cara mengatasi toxic productivity ini?

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut cara yang bisa diterapkan.

1. Kesadaran Diri

Langkah utama yang diperlukan ialah kesadaran dari diri. Kesadaran yang dimaksud ialah Anda menyadari kondisinya yang terjebak dalam toxic productivity. Seringkali orang tidak menyadari bahwa dia terjebak dalam kondisi tersebut. Kesadaran dalam akan membuat Anda secara perlahan dapat keluar.

2. Lakukan Self Reward

Ketika Anda berhasil mencapai sesuatu, seperti menyelesaikan proyek hingga mendapat pujian atau memenangkan tender, lakukan self-reward pada diri Anda meskipun  kecil-kecilan. Misalnya, berbelanja barang yang Anda inginkan, menonton film yang belum sempat ditonton atau berjalan-jalan dengan orang yang Anda sayangi.

3. Manajemen Waktu

Pisahkan antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi. Cobalah untuk mengatur waktu mana untuk mengerjakan pekerjaan dan mana waktu untuk kehidupan pribadi. Anda juga memerlukan waktu untuk bersenang-senang dan merasakan kenyamanan tanpa harus dihantui oleh pekerjaan.

Selain itu Anda juga perlu menerapkan budaya kerja secara efektif dan efisien agar tidak terlalu menyita banyak waktu dan tenaga. Misalnya ketika Anda ingin merevisi proposal, Anda dapat melakukan revisi dan menyampaikan pada rekan Anda melalui email tanpa harus melakukan video konferensi.

Nah, itulah ulasan mengenai toxic productivity. Apabila Anda sedang terjebak dalam kondisi tersebut, segeralah untuk mencoba mengatasinya. Tanamkan dalam diri bahwa Anda perlu untuk menjalani kehidupan dengan senyaman mungkin.

Reporter : Anggie Puspita Sari

Editor : Herlianto. A

Tags: Cara Mencegah Toxic ProductivityproduktifToxic Productivity

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
DH, pelaku fetish mukena. Polisi belum temukan unsur pidana

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana pada Kasus Fetish Mukena

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.