Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Gejala dan Cara Mengatasi Toxic Productivity

Redaksi by Redaksi
September 20, 2021 4:24 pm
in News
Ilustrasi Toxic Productivity

Ilustrasi Toxic Productivity. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keinginan untuk produktif secara berlebihan ternyata tidak baik. Pasalnya, ada banyak hal yang akan diabaikan mulai dari kesehatan fisik dan mental hingga keluarga. Keinginan berlebihan ini biasa disebut toxic productivity, yaitu keinginan produktif yang telah menjadi racun.

Anda pasti sering mendengar slogan-slogan yang selalu mengingatkan untuk selalu produktif. Apalagi di masa pandemi ini, seringkali menjumpai ajakan untuk terus produktif meskipun di rumah saja.

READ ALSO

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Tidak salah apabila seseorang ingin produktif menghasilkan sesuatu yang ingin dicapai. Namun, produktif menjadi tidak sehat apabila dilakukan secara berlebihan hingga mengorbankan yang lainnya.

Toxic productivity, ialah keadaan di mana seseorang ingin terus produktif dengan cara apa pun. Sebetulnya obsesi demikian justru merusak ketimbang membangun. Apakah Anda termasuk, berikut ciri-ciri orang yang terjebak dalam toxic productivity.

1. Terobsesi untuk Produktif

Ciri utama orang yang terjebak dalam toxic productivity ialah selalu terobsesi untuk produktif. Obsesinya itulah yang seringkali mengorbankan segalanya seperti kesehatan dan waktu agar terus melakukan sesuatu. Ini justru membahayakan.

2. Memiliki Ekspektasi Sangat Tinggi

Memiliki ekspektasi terhadap suatu hal memang bagus. Tetapi ekspektasi tersebut akan berujung tidak baik apabila cenderung tidak realistis atau berlebihan. Harapan yang tinggi inilah yang membuat orang terjebak dalam toxic productivity, karena dia selalu berusaha agar ekspektasinya dapat terwujud.

3. Resah Ketika Memiliki Waktu Istirahat

Karena terbiasa melakukan pekerjaan secara penuh, dia resah ketika memiliki waktu untuk beristirahat. Dia merasa bahwa beristirahat akan menyebabkan dirinya menjadi tidak produktif lagi.

4. Tidak Pernah Merasa Puas

Orang yang terjebak dalam toxic productivity selalu merasa kurang puas terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka merasa harus melakukan yang lebih baik dari apa yang sudah mereka lakukan untuk menghasilkan hasil yang lebih baik pula. Padahal, apa yang dikerjakan sudah sangat baik dimata orang lain.

Lalu bagaimana cara mengatasi toxic productivity ini?

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut cara yang bisa diterapkan.

1. Kesadaran Diri

Langkah utama yang diperlukan ialah kesadaran dari diri. Kesadaran yang dimaksud ialah Anda menyadari kondisinya yang terjebak dalam toxic productivity. Seringkali orang tidak menyadari bahwa dia terjebak dalam kondisi tersebut. Kesadaran dalam akan membuat Anda secara perlahan dapat keluar.

2. Lakukan Self Reward

Ketika Anda berhasil mencapai sesuatu, seperti menyelesaikan proyek hingga mendapat pujian atau memenangkan tender, lakukan self-reward pada diri Anda meskipun  kecil-kecilan. Misalnya, berbelanja barang yang Anda inginkan, menonton film yang belum sempat ditonton atau berjalan-jalan dengan orang yang Anda sayangi.

3. Manajemen Waktu

Pisahkan antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi. Cobalah untuk mengatur waktu mana untuk mengerjakan pekerjaan dan mana waktu untuk kehidupan pribadi. Anda juga memerlukan waktu untuk bersenang-senang dan merasakan kenyamanan tanpa harus dihantui oleh pekerjaan.

Selain itu Anda juga perlu menerapkan budaya kerja secara efektif dan efisien agar tidak terlalu menyita banyak waktu dan tenaga. Misalnya ketika Anda ingin merevisi proposal, Anda dapat melakukan revisi dan menyampaikan pada rekan Anda melalui email tanpa harus melakukan video konferensi.

Nah, itulah ulasan mengenai toxic productivity. Apabila Anda sedang terjebak dalam kondisi tersebut, segeralah untuk mencoba mengatasinya. Tanamkan dalam diri bahwa Anda perlu untuk menjalani kehidupan dengan senyaman mungkin.

Reporter : Anggie Puspita Sari

Editor : Herlianto. A

Tags: Cara Mencegah Toxic ProductivityproduktifToxic Productivity

Related Posts

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (baju coklat) berfoto bersama usai panen tebu bersama di Gondanglegi. Foto: Pemkab Malang
News

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
DH, pelaku fetish mukena. Polisi belum temukan unsur pidana

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana pada Kasus Fetish Mukena

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.