Malang, Tugumalang.id-Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Malang sukses menggelar Festival Bahasa 2025 dengan tema “Menyelami Budaya Bangsa dalam Aksara Kata.” Kegiatan yang berlangsung meriah di Auditorium Universitas Al-Qolam Malang pada 10 November 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa Nasional.
Festival ini diikuti oleh puluhan peserta dari SMA, SMK, dan MA sederajat se-Malang Raya, yang antusias menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam bidang bahasa dan sastra. Melalui kegiatan ini, Universitas Al-Qolam berupaya menumbuhkan semangat literasi sekaligus memperkuat apresiasi terhadap bahasa dan sastra Indonesia di kalangan pelajar.
Baca juga: Universitas Al-Qolam Malang Gelar Lomba Baca Kitab Kuning dan Da’i Peringati Hari Santri Nasional 2025
Acara dibuka dengan sambutan dari jajaran civitas akademika Universitas Al-Qolam Malang yang menekankan pentingnya menjaga keberagaman budaya melalui bahasa. Suasana semakin hidup dengan penampilan seni sastra dan pembacaan puisi oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia yang memukau para tamu dan peserta.
Rangkaian kegiatan Festival Bahasa tahun ini mencakup dua agenda utama, yaitu lomba dan seminar kebahasaan. Tiga cabang lomba yang digelar meliputi Menulis Cerpen, Menulis Esai, dan Membaca Puisi. Para peserta saling beradu kreativitas dengan menyajikan karya bertema kebangsaan, pendidikan, dan budaya.
Selain lomba, acara ini juga menghadirkan seminar kebahasaan bertajuk “Bahasa dan Pendidikan sebagai Pilar Pembangunan Bangsa.” Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang membahas pentingnya peran bahasa dalam membentuk karakter bangsa dan memperkuat identitas nasional.
Baca juga: Sekolah Legislatif, Universitas Al-Qolam Malang Bekali Mahasiswa Pendidikan Politik soal Fungsi DPR
Ketua HMPS Tadris Bahasa Indonesia, Andri Saputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi merupakan pondasi kemajuan suatu bangsa. Ia mengutip pernyataan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, “Bangsa yang rendah dalam literasi, akan selalu rendah dalam peradaban.” Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda.
“Melalui festival ini, kami ingin menciptakan ruang kreatif dan edukatif bagi pelajar untuk menyalurkan ide, berkompetisi secara sehat, serta mempererat hubungan antara sekolah dengan perguruan tinggi,” ujar Andri. Ia menambahkan, semangat literasi perlu terus ditumbuhkan agar pelajar mampu berpikir kritis dan berkarakter kuat di tengah tantangan zaman.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan bakat dan minat pelajar dalam bidang bahasa dan sastra, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya fiksi maupun nonfiksi. Selain itu, festival ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pelajar se-Malang Raya dan memperkenalkan Universitas Al-Qolam sebagai kampus yang peduli terhadap literasi dan budaya bangsa.
Melalui penyelenggaraan Festival Bahasa Universitas Al-Qolam Malang 2025, universitas ini menegaskan komitmennya terhadap pengembangan literasi nasional. Pihak kampus berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi akademik tahunan yang terus mendorong pelajar dan mahasiswa untuk mencintai bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa, sarana berpikir, serta cermin peradaban yang luhur.
Dengan semangat Bulan Bahasa, Universitas Al-Qolam Malang bertekad menjadikan festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga wadah pembentukan generasi literat yang cerdas, kreatif, dan berbudaya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Jazuli
redaktur: jatmiko





























