Tugumalang.id – Senat Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang menyelenggarakan kegiatan Sekolah Legislatif dengan mengusung tema “Legislator Muda untuk Demokrasi Berkelanjutan” pada 8-9 Oktober 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Universitas Al-Qolam Malang dan diikuti oleh dua delegasi dari setiap Program Studi di lingkungan Universitas Al-Qolam Malang.
Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai fungsi lembaga legislatif, proses penyusunan kebijakan, serta pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan.
Baca Juga: Risa Faiqul Ummah, Mahasiswi Al-Qolam Raih Runner Up Putri Universitas Jawa Timur 2024
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya.
Materi pertama, “Task Control”, disampaikan oleh Syarif Husein Bafaqih, Ketua Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Wilayah Jawa Timur periode 2024–2025.
Dalam pemaparannya, Syarif menyoroti pentingnya pengendalian tugas dan sistem kelembagaan legislatif mahasiswa yang solid agar dapat menjalankan fungsi pengawasan serta perumusan kebijakan dengan baik.
Sesi berikutnya diisi oleh Khozinul Asror, Presiden Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang periode 2021–2022, dengan materi “Legal Drafting”.
Ia memaparkan teknik penyusunan produk hukum mahasiswa, seperti peraturan dan rekomendasi kebijakan, yang harus berlandaskan asas legalitas serta kebutuhan organisasi.
Baca Juga: Cerita Rahayu Surya Ningsih Jadi Wisudawan Terbaik Non-Akademik, Pertama di Universitas Al-Qolam
Pada hari kedua, Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, membawakan materi “Pendidikan Politik”. Dalam pemaparannya, dia menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan bagian penting dalam membangun karakter kepemimpinan yang beretika dan bertanggung jawab.
“Pendidikan politik sangat penting bagi pemuda karena membentuk karakter yang kuat, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, meningkatkan kesadaran politik, dan mempersiapkan mereka menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat,” ujar Hikmah Bafaqih.
Sebagai materi penutup, Ilham Fariduz Zaman, Founder dan CEO Pinter Hukum, membawakan topik “Riset dan Advokasi”. Ia menekankan pentingnya riset sebagai dasar dalam proses advokasi kebijakan agar setiap langkah perjuangan aspirasi masyarakat memiliki landasan data dan analisis yang kuat.
“Di mana ada ketidakadilan, maka di situlah advokasi dilakukan,” tegas Ilham Fariduz Zaman, menandaskan semangat perjuangan hukum dan keadilan bagi masyarakat.
Kegiatan Sekolah Legislatif ini berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan semangat kritis serta kepedulian terhadap dinamika politik kampus.
Melalui kegiatan ini, Senat Mahasiswa Al-Qolam, Junaidi, berharap dapat mencetak kader-kader muda yang memiliki integritas, kemampuan analisis, serta kepekaan terhadap isu-isu demokrasi dan sosial.
Dalam sambutannya, Ketua Senat Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang menyampaikan bahwa Sekolah Legislatif merupakan wadah pengembangan kapasitas mahasiswa agar mampu berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang demokratis dan partisipatif.
Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai motor penggerak demokrasi kampus yang kritis dan solutif.
Sebagai penutup, dia menyampaikan harapan agar para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
“Setelah mengikuti Sekolah Legislatif, teman-teman minimal memahami dan memiliki kesadaran terhadap keorganisasian dan politik kampus. Karena politik kampus merupakan bagian kecil dari politik negara,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Senat Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang berharap lahirnya legislator muda yang progresif, berintegritas, dan berkomitmen terhadap demokrasi berkelanjutan, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Jazuli (magang)
Editor: Herlianto. A


















