MALANG, Tugumalang.id – Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa di Kota Malang menjadi perhatian serius publik. Fenomena ini mendorong psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mengusulkan langkah preventif berupa screening kesehatan mental bagi calon mahasiswa baru (maba) dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.
Psikolog UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi., menyampaikan bahwa tindakan bunuh diri umumnya berangkat dari gejala depresi. Faktor tersebut tidak hanya dialami mahasiswa, tetapi juga terjadi pada berbagai lapisan masyarakat.
“Berdasarkan penelitian kami, faktor depresi itu banyak. Tidak hanya tekanan saat ini, pemicu bunuh diri terbanyak juga karena trauma masa kecil yang tidak terselesaikan. Sehingga saat terpicu tekanan, orang ini mudah melakukan percobaan bunuh diri,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Bunuh Diri Bukan Solusi: Ini Layanan Bantuan Kesehatan Mental Gratis di Malang
Depresi dan Trauma Jadi Faktor Dominan
Menurut Fuji, depresi kerap muncul sebagai akumulasi dari pengalaman traumatik di masa lalu. Trauma tersebut bisa berasal dari pola asuh orang tua, pengalaman perundungan, maupun masalah psikososial lain yang tidak tertangani dengan baik.
Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius, mengingat Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan. Namun ironisnya, kasus percobaan bunuh diri justru banyak melibatkan kalangan mahasiswa.
Dorongan Screening Mental Sejak Seleksi Masuk Kampus
Fuji menilai, selama ini sebagian besar kampus di Malang memang telah memiliki layanan konseling bagi mahasiswa. Namun upaya tersebut dinilai belum cukup jika tidak diawali dengan pemetaan kondisi psikologis sejak awal.
Ia mendorong agar proses seleksi masuk perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mulai menyentuh aspek kesehatan mental calon mahasiswa.
“Selama ini seleksi perguruan tinggi hanya soal akademik, jarang yang menyentuh screening kesehatan mentalnya. Pemerintah harus mengevaluasi ini. Jadi seleksi juga perlu melihat kondisi psikologis,” tuturnya.
Dengan adanya identifikasi sejak dini, menurutnya, proses pendampingan dan penanganan mahasiswa akan lebih mudah dilakukan.
“Kalau calon mahasiswa sudah teridentifikasi kondisi psikologisnya, itu akan lebih mudah maintenance atau penanganannya,” lanjut Fuji.
Baca juga: Merangkul Empati: Pencegahan Compassion Fatigue dalam Pemberian Dukungan pada Individu dengan Ide Bunuh Diri
Kondisi Mental Gen Z Cenderung Rentan
Secara umum, Fuji memandang kondisi mental generasi muda usia mahasiswa saat ini cenderung lebih rentan. Berdasarkan penelitian yang ia lakukan selama tiga tahun terakhir, terdapat kecenderungan meningkatnya ide bunuh diri di kalangan Gen Z.
“Hasil penelitian saya terhadap Gen Z, ada tiga topik utama berkaitan ide bunuh diri. Saya melihat kategorinya sedang menuju tinggi. Depresi, merasa kesepian, dan problem sosial. Ini yang saya teliti tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Fuji menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama bagi mahasiswa yang dihadapkan pada tekanan akademik dan sosial. Ia mengimbau generasi muda untuk memperkuat ketahanan mental serta tidak ragu mencari bantuan profesional apabila menghadapi masalah psikologis.
“Kalau punya traumatik masa lalu, itu bukan tidak bisa diselesaikan. Kalau punya masalah yang belum terselesaikan, jangan dibiarkan. Segera cari profesional untuk membantu menyelesaikan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
Disclaimer Jika Anda terdampak oleh isu dalam artikel ini atau sedang mengalami krisis emosional, bantuan tersedia.
Di Indonesia, Anda dapat menghubungi Layanan Sehat Jiwa (Sejiwa) di 119 ekstensi 8, HALO KES di 1500-567, atau Befrienders Indonesia (Jakarta) di +62 21 852 4466.
Beberapa pendampingan bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri via e-mail janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
Anda juga bisa menghubungi Gerakan “Into The Light” via Facebook di IntoTheLightID atau Twitter @IntoTheLightID. Anda juga bisa menghubungi via e-mail di intothelight.email@gmail.com.
Anda juga menghubungi Save yourself melalui Facebook Save Yourselves atau Instagram @saveyourselves.id, atau via Line di @vol7047h. Website layanan konseling ini bisa dilihat di saveyourselves.org.
Untuk wilayah Malang Raya, Anda juga dapat menghubungi:
- Indonesia Sehat Jiwa (Malang Raya): 0813-7888-98
- RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang: (0341) 423444 (tersedia layanan darurat kesehatan jiwa)





























