Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Fellowship Jurnalisme Pendidikan Berbagi Kiat Mengarusutamakan Isu Pendidikan di Media Massa

Redaksi by Redaksi
Februari 23, 2022 4:50 pm
in Pilihan Redaksi
Frans Surdiasis, Mentor Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch IV. Foto: tangkapan layar

Frans Surdiasis, Mentor Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch IV. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jarang sekali narasi seputar pendidikan menghiasi halaman depan atau minimal jadi headline di media massa. Padahal, pendidikan menjadi sektor yang harus diperhatikan di samping isu politik, ekonomi, dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan masih menjadi isu yang kurang populer.

Jika menilik, setiap problema yang ada di bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial budaya yang sedang dihadapi bangsa, akar persoalannya terletak pada lemahnya perhatian media terhadap pendidikan. Pendidikan adalah gerbang utama yang dapat membawa perubahan pada masyarakat.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

”Jika media mulai mengarusutamakan pendidikan jadi isu utama, saya yakin akan menjadi sumbangan terbaik jurnalis terhadap kemajuan bangsa,” demikian intisari dari paparan Frans Surdiasis, salah satu Mentor dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch IV, pada Rabu (23/2/2022).

Paparan Frans Surdiasis, Mentor Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch IV. Foto: tangkapan layar

Wartawan senior yang kini sibuk menjadi pengajar Mata Kuliah Jurnalistik di Universitas Atmajaya Jakarta ini berharap banyak agar isu pendidikan jadi perhatian utama para jurnalis.

”Saya kira ini adalah ikhtiar panjang bersama Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) ini,” harap Frans.

Lebih lanjut, pengarusutamaan isu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dengan membangun jurnalisme berkualitas. Artinya, media harus membantu masyarakat memahami duduk perkara sesuai fakta dan arah perspektif yang jelas dan relevan.

Selain itu, jurnalisme berkualitas adalah jurnalisme yang juga menawarkan solusi. Tidak hanya sekedar data dan fakta, tapi juga harus bisa memberikan insight dan foresight sehingga dapat membantu mengarahkan masyarakat menentukan keputusan yang tepat.

”Media harus jadi partner masyarakat yang baik. Dari karya jurnalistik yang bernas hingga kemudian menjadi bahan diskusi publik dan solutif,” pesan Kepala Litbang Jakarta Post ini.

Tentu untuk membangun atmosfir ini, dia akui perlu proses yang panjang dan ekstra kerja keras. Dunia jurnalisme saat ini sudah harus bergeser. Dari yang tadinya berlomba-lomba menulis berita paling awal, kini sudah harus berlomba-lomba mengelola suatu informasi jadi komprehensif dan mendalam.

”Masa depan jurnalisme itu tidak perlu jauh-jauh dicari kemana, tapi cukup dari dekat yaitu dari dalam diri. Jurnalis harus menumbuhkan kualitas dirinya karena dia adalah garda terdepan perubahan bangsa,” pungkasnya.

Jurnalisme Pendidikan: Membangun Militansi dan Jejaring

M Nasir, mantan wartawan Kompas era 1989-2018 yang juga Mentor FJP Batch IV. Foto: tangkapan layar

Di lain sisi, M Nasir, mantan wartawan Kompas era 1989-2018 yang juga Mentor FJP 2022 sepakat jika upaya membangun jurnalisme pendidikan yang berkualitas adalah ikhtiar panjang. Perlu militansi, kompetensi, kerja keras, dan jejaring yang luas.

Selain membekali diri dengan kompetensi, jurnalis juga dituntut memiliki jejaring yang luas. Syaratnya, menjadi jurnalis memang dituntut luwes, srawung. Tidak mementingkan ego dan idealismenya sendiri tanpa memandang orang lain.

Pria yang juga dikenal banyak meliput peristiwa perang ini berpesan agar jurnalis banyak-banyak berteman, terutama di lingkup bidang liputannya. Jika bergerak di skup pendidikan, setidaknya di kontak ponsel terdapat semua narasumber dari berbagai kalangan mulai pemangku jabatan, guru, kepala sekolah, hingga wali murid.

”Berapa banyak? Ya sebanyak mungkin. Semakin luas jejaringnya, semakin berwarna pula karyanya. Dia punya cakrawala pemikiran yang luas untuk mengembangkan liputannya,” kata Nasir.

Setelah semua itu ditempuh, lanjut Nasir, jurnalis akan mencapai titik tertingginya yakni menjadi celebrity journalist alias wartawan spesialis yang akan dikenal di kalangan dunia pendidikan. Baik dari para narasumber bahkan sesama kalangan jurnalis.

Semakin bernas karya jurnalistiknya, maka semakin besar pula potensi jurnalis akan diakui ”Maka bersiaplah menjadi celebrity journalist. Bahkan bisa jadi kalian akan dipercaya menjadi narasumber atau bahkan malah dipandang sebagai ahli,” ucapnya.

Mentor FJP, M Nasir (kiri) dan Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari (kanan). Foto: tangkapan layar

Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari menambahkan bahwa untuk mewujudkan jurnalisme pendidikan berkualitas, maka dibutuhkan integritas, kedisiplinan, dan profesionalitas.

”Meski begitu, juga jangan sampai jurnalis terjebak dengah rutinitas karena nanti akan jadi seperti robot. Padahal tugas utama jurnalis dituntut untuk membuka mata, telinga, dan hati kepada sekitar. Bahwa tugas utama jurnalis adalah melayani publik,” pesannya.

Perlu diketahui, FJP diinisiasi oleh PT Paragon Technology and Innovation berkolaborasi dengan GWPP. FJP yang akan berlangsung hingga Mei 2022 secara virtual melalui Zoom ini, akan mencakup aspek pelatihan, praktik, dan pendampingan.

Ada lima mentor kapabel yang akan mendampingi yakni Nurcholis MA Basyari, M Nasir, Haryo Prasetyo, Frans Surdiasis, dan Tri Juli Sukaryana.

Mentor FJP, M Nasir (kiri atas); Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari (kanan atas); Wartawan tugumalang.id, M Ulul Azmy (kiri bawah); dan Mentor FJP, Frans Surdiasis (kanan bawah). Foto: tangkapan layar

Dalam FJP Batch IV ini kembali dipilih 15 peserta jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Wartawan tugumalang.id, M Ulul Azmy yang terpilih menjadi salah satu peserta.(*)

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: fellowshipFellowship Jurnalisme PendidikanFJP

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Musrenbang Kecamatan Junrejo, Pemkot Batu Fokus Pembangunan Jalan hingga Drainase

Musrenbang Kecamatan Junrejo, Pemkot Batu Fokus Pembangunan Jalan hingga Drainase

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.