Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

‘Falsafatuna’ Membersamai Santri di Bulan Ramadan

Redaksi by Redaksi
April 15, 2023 11:16 am
in Catatan
Para santri Luhur Baitul Hikmah yang membedah Falsafatunā selama 20 hari di bulan Ramadan.

Para santri Luhur Baitul Hikmah yang membedah Falsafatunā selama 20 hari di bulan Ramadan. Foto/dok. Maman

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Abdur Rohman*

Tugumalang.id – Ramadan kali ini begitu spesial bagi saya, bukan karena takjil yang setiap hari terhidang di meja makan, atau makanan kesukaan yang siap untuk disantap. Namun, karena kurang lebih dua puluh hari di tempat kami belajar yakni, Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah, mengkaji buku Falsafatunā karya Muḥammad Bāqir Ṣadr.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Kami memulai kajian setelah salat subuh sekitar pukul 05.00 pagi dan disudahi kira-kira pukul 09.30 WIB. Tujuh orang termasuk saya dan satu orang guru yang memandu kami untuk menyelam, mengeksplor dan mencari makna dari buku ini.

Tak jarang, rasa kantuk dan sesekali terjaga meramaikan forum kajian. Namun terlepas dari itu semua, kami merasa senang karena mengadakan acara penutupan bincang-bincang terkait kajian ini setelah 20 hari membaca ketat buku tersebut.

Falsafatunā adalah salah satu karya Muḥammad Bāqir Ṣadr, seorang ulama Irak yang berteologi Syiah. Buku ini diterbitkan pada tahun 1959. Ulasan dalam buku adalah kritik terhadap filsafat terutama filsafat Barat dan beberapa ideologinya, di antaranya kapitalisme dan sosialisme. Uniknya, kritik itu dari sudut pandang Islam.

Isi buku ini sarat akan pemikiran filosofis yang dikemas dalam pergolakan dialog antara filsafat Barat dan Islam. Bahkan, dalam mukadimah sang penulis mengatakan bahwa “buku ini bukanlah sebuah karya sastra, novel ataupun sebatas kesenangan intelektual belaka, melainkan membahas tentang problematika pemikiran manusia.”

Tak jarang, karena jenis buku ini mengulas berbagai pemikiran dan kritik pada teori serta doktrin dari pemikiran sebelumnya maka bagi siapa pun yang mengkaji buku ini, agaknya tidak mudah (untuk tidak mengatakan sulit) mencerna dan memahaminya.

Saya sendiri ketika ikut membaca dan menelaah buku ini, sekurang kurangnya, mendapatkan beberapa ibrah untuk bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini saya ulas beberapa ibrah tersebut.

1. Tutorial Berpikir Benar

Tidak sedikit dari kita jatuh ke jurang miskonsepsi tentang satu-dua hal. Banyak buku yang mengulas tentang kesalahan berpikir (fallacy), khususnya dalam buku-buku logika. Saat kita menilai tentang dua-tiga hal, tanpa lebih dahulu mencari konsepnya secara utuh.

Terburu-buru menyimpulkan tanpa membacanya secara lengkap. Semuanya adalah karena jamak di antara kita grasa-grusu mengambil tindakan. Banyak orang yang bertindak tanpa berpikir (dengan benar) dan tidak sedikit pula gandrung dalam pemikiran, namun tiada dalam tindakan.

2. Kecakapan Mencari Celah Kritik

Poin ini, mungkin lebih disukai bagi para mahasiswa, terutama mahasiswa organisatoris yang menyukai forum diskusi. Dalam buku ini pada bab Konsepsi dan Sumber Utamanya, salah satu teori yang masyhur yakni Teori Ingatan Platonik dikritik dengan cara menyodok inti teorinya, yakni pada (1) keazalian jiwa dan (2) arketipe (dunia idea) ala Plato.

Kritik Baqir Shadr sangat menohok di sini. Pelajarannya, ketika kita berdebat, lalu lawan debat menyampaikan argumentasinya, maka yang perlu dilakukan adalah mengkritisi inti dari argumen yang disampaikan, dengan mencari celah kelemahan yang diucapkan lawan.

3. Critical Thinking (Berpikir Kritis)

Poin ini, sudah sangat jarang dimiliki oleh setiap orang, bahkan berpikir secara radikal hingga ke akar-akarnya sangat langka bagi masyarakat kita. Disinformasi berita, membagikan berita palsu, menebar hoax, hingga fanatisme. Itu semua adalah dampak kurangnya berpikir kritis.

Hal demikian, amat sering terjadi di gang-gang nusantara. Lumrah bagi para pembaca buku-buku filsafat untuk kritis dalam membaca realitas, lebih-lebih membaca dan menafsirkan kehidupan. Nah, Falsafatunā tidak hanya membawa kita membaca poin-poin pemikiran filsafat terdahulu, tetapi penuh semangat berpikir kritis.

4. Visionery Thinking (Berpikir Visioner)

Dalam konsep “Briliant Thinker” atau Pemikir Cerdas, salah satu dari sekian indikator seseorang mempunyai pemikiran yang brilian adalah membaca setiap probabilitas (kemungkinan) yang akan terjadi.

Sebelum kita mengambil suatu keputusan yang amat berat, misalnya, kita sudah memprediksi kemungkinan yang terjadi tatkala kita mengambil opsi tersebut. Sehingga kita tidak perlu terlalu kecewa dan kian bersedih atas konsekuensi yang telah dipilih itu.

Empat sisi praktis di atas mungkin terkesan subjektif, namun pembaca bisa membuktikannya sendiri dengan membaca buku Falsafatunā tentunya.

*Santri Ponpes Luhur Baitul Hikmah sekaligus mahasiswa STF Al-Farabi Kepanjen Malang

Editor: Herlianto. A

Tags: FalsafatunaRamadansantri

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Laga uji coba antara Unggul FC Malang dan Tim Futsal Kota Malang.

Unggul FC Malang Akhiri Aktivitas Ramadan dengan Kemenangan 11-1

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.