Malang, Tugumalang.id – Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pekerja dalam meraih hak-hak mereka. Di balik berbagai aksi demonstrasi, orasi, hingga unjuk rasa yang identik dengan peringatan ini, tersimpan sejarah panjang dan fakta-fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui publik.
Mulai dari akar sejarah yang bermula di abad ke-19 hingga cara-cara unik masyarakat dunia dalam merayakannya, Hari Buruh menyimpan banyak cerita bersejarah yang layak untuk disimak. Berikut ini lima fakta menarik tentang Hari Buruh Internasional yang perlu Anda ketahui:
1. Berawal dari Aksi Buruh di Amerika Serikat pada 1886
Hari Buruh Internasional memiliki akar sejarah yang kuat. Peringatan ini pertama kali dipicu oleh aksi besar-besaran para buruh di Chicago, Amerika Serikat, pada 1 Mei 1886. Ribuan buruh turun ke jalan menuntut pemberlakuan jam kerja yang manusiawi, yaitu delapan jam per hari.
Baca juga: Hari Buruh 2023, BPJS Ketenagakerjaan Rajut Kebersamaan Antara Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah
Sayangnya, aksi tersebut berubah menjadi tragedi yang dikenal dengan Haymarket Affair, ketika terjadi bentrokan yang menewaskan beberapa orang. Meski begitu, peristiwa ini menjadi tonggak perjuangan buruh di seluruh dunia dan menetapkan 1 Mei sebagai simbol perjuangan pekerja.
2. Tak Selalu Identik dengan Demonstrasi
Meski sering diasosiasikan dengan unjuk rasa dan tuntutan hak pekerja, peringatan Hari Buruh di berbagai negara justru berlangsung dalam suasana meriah. Banyak negara yang merayakannya dengan festival, konser musik, hingga kegiatan bersama keluarga.
Contohnya, di Jerman, Hari Buruh diperingati dengan parade budaya dan pesta rakyat. Sementara di Finlandia, perayaan Vappu—sebutan lokal untuk Hari Buruh—dirayakan dengan mengenakan topi kelulusan dan mengadakan piknik besar-besaran di ruang publik.
3. Diperingati di Lebih dari 80 Negara
Menariknya, meskipun berawal dari Amerika Serikat, Hari Buruh Internasional justru tidak dijadikan hari libur nasional di negara asalnya. Sebaliknya, lebih dari 80 negara di dunia—termasuk Indonesia—menjadikan 1 Mei sebagai hari libur resmi untuk menghormati kontribusi para pekerja.
Negara-negara seperti Perancis, Italia, Brasil, dan India merayakan Hari Buruh dengan beragam kegiatan yang mencerminkan solidaritas pekerja.
Baca juga: Menjembatani Gap Generasi, Tantangan dan Peluang Dunia Kerja di Industri Kebugaran
4. Simbol Solidaritas Global bagi Pekerja
Lebih dari sekadar hari libur, Hari Buruh Internasional menjadi simbol solidaritas bagi seluruh pekerja di dunia. Pada momen ini, para buruh dari berbagai sektor dan latar belakang bersatu untuk memperjuangkan hak-hak mereka, meningkatkan kesadaran publik, dan menyoroti isu-isu ketenagakerjaan yang masih belum tuntas.
Hari Buruh menjadi pengingat bahwa perjuangan pekerja adalah perjuangan bersama yang tak mengenal batas negara.
5. Hari Buruh di Indonesia, Resmi Libur Nasional Sejak 2013
Di Indonesia, peringatan Hari Buruh pertama kali dilakukan pada tahun 1920, saat masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Namun, dalam beberapa periode, peringatan ini sempat dilarang karena alasan politis.
Baru pada tahun 2013, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 1 Mei secara resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pekerja di Tanah Air.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























