Tugumalang.id -DPRD bersama Pemkot Batu telah menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Legislatif mendorong Pemkot Batu mempertajam kolaborasi lintas pihak.
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Punjul Santoso bahwa dalam tata kelola pemerintahan ke depan, ia mendorong adanya penguatan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sehingga pelaksanaan APBD ke depannya dapat berjalan lebih efektif.
Punjul menekankan bahwa penetapan ini diharapkan tidak hanya sekadar bentuk administratif semata, tetapi juga menjadi cerminan komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Baca Juga: Tak Terdampak Efisiensi APBD, Proyek Berskema KPBU di Kabupaten Malang Terus Berjalan
Menurutnya, capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil diraih Pemerintah Kota Batu dari BPK RI selama 10 tahun berturut-turut sejak 2015 patut diapresiasi.
Namun, ia menegaskan bahwa prestasi tersebut belum sepenuhnya menghapus kewajiban untuk menindaklanjuti berbagai catatan dan rekomendasi BPK yang hingga kini masih belum sepenuhnya diselesaikan oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Batu Ingin Ikut Kampanye? Ini Rambu-rambunya
Selain itu dalam laporan yang disampaikan Badan Anggaran DPRD, tercatat bahwa pendapatan daerah Kota Batu 2024 ditargetkan sebesar Rp1,11 triliun dan terealisasi sebesar Rp1,08 triliun atau sekitar 97,64 persen.
Di sisi lain, belanja daerah yang direncanakan ada sebesar Rp1,3 triliun hanya terealisasi Rp1,13 triliun atau sekitar 86,91 persen. Hal ini menyebabkan defisit anggaran sebesar Rp46,39 miliar, yang kemudian ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp190,52 miliar
”Meski begitu, DPRD mencatat masih adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang cukup besar, yakni mencapai Rp144,13 miliar atau sekitar 11,3 persen dari dana yang tersedia,” ungkap Punjul.
Punjul menambahkan meski terjadi tren penurunan SiLPA, namun ini merupakan langkah maju dalam efisiensi keuangan. Namun angka tersebut tetap menunjukkan bahwa masih ada ruang perbaikan dalam hal perencanaan dan penganggaran keuangan daerah.
Punjul juga menyoroti turunnya insentif fiskal dari pusat pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa hal ini harus menjadi pemicu bagi Pemkot Batu untuk memperkuat indikator kinerja.
Seperti pengendalian inflasi daerah, peningkatan belanja daerah tepat waktu, serta fokus pada program pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan penurunan angka stunting.
Ia menambahkan bahwa beberapa belanja daerah seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja tidak terduga dinilai belum optimal pelaksanaannya, dan perlu dirancang lebih matang pada tahun mendatang agar serapan anggaran dapat lebih maksimal.
Lebih lanjut, Punjul mendorong Pemkot Batu untuk meningkatkan PAD melalui strategi yang lebih modern dan inovatif. Ia menilai bahwa pengelolaan PAD harus berbasis data potensi riil, didukung koordinasi antar lembaga, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengawasan dan pelayanan yang lebih baik terhadap wajib pajak.
Politisi PDIP itu menekankan pentingnya penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD, serta mempercepat pembangunan fasilitas pendukung seperti gate parkir di Pasar Induk dan Alun-Alun Kota Batu yang dinilai sebagai sumber potensial PAD.
Tak hanya itu, penanganan masalah sampah yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemkot Batu. Ia mengajak SKPD terkait untuk segera merancang desain pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat desa hingga kota agar persoalan ini tidak mengurangi daya tarik Kota Batu sebagai kota wisata.
“Harapan agar seluruh rekomendasi dan catatan strategis yang disampaikan DPRD dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar perbaikan kinerja di masa mendatang. Kami dari legislatif ke depannya tetap berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan daerah secara konstruktif, dengan memperkuat fungsi pengawasan dan mendorong sinergi yang sehat antara eksekutif dan legislatif,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























