Kota Batu, Tugumalang.id – Presiden RI Prabowo Subianto telah turut meresmikan 4 unit Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu. Namun dari total 24 target KDMP yang dibangun, ada 4 koperasi yang belum bisa memulai pembangunan karena terkendala lahan.
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menerangkan jika sebenarnya ada sebanyak 20 wilayah telah berhasil merampungkan pembangunan fisik koperasi. Namun, masih ada empat wilayah yang belum bisa memulai pembangunan,
“Namun, masih ada 4 wilayah yang belum bisa memulai pembangunan, yaitu Kelurahan Sisir, Kelurahan Ngaglik, Desa Sidomulyo, dan Desa Pesanggrahan. Kendala utama adalah ketersediaan lahan yang akan digunakan untuk lokasi gerai,” ujar Heli, Jumat (22/5/2026).
Diketahui, peresmian KDMP oleh Prabowo dilakukan secara serentak bersamaan dengan 1.061 KDKMP lainnya yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Keempat KDMP tersebut berlokasi di Kelurahan Dadaprejo, Kelurahan Temas, Desa Torongrejo, dan Desa Sumberejo.
Baca juga: Rendra Masdrajad Safaat Sampaikan Pandangan dan Harapan untuk Koperasi Merah Putih
Heli menegaskan bahwa KDKMP merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendapatkan atensi khusus langsung dari Presiden Prabowo. Program ini dirancang untuk memperbaiki sistem distribusi bahan pokok serta hasil pertanian, khususnya di Pulau Jawa.
“KDKMP ini dihadirkan untuk kepentingan masyarakat. Pengelolaannya harus benar-benar berpihak pada kesejahteraan petani. Tujuannya jelas, memotong rantai distribusi agar pupuk dan kebutuhan pokok bisa diakses lebih mudah dan terjangkau,” tegas Heli.
Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas persoalan klasik yang kerap mencekik para petani, seperti kelangkaan pupuk hingga lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar. Dalam operasionalnya nanti, KDKMP akan berkolaborasi dengan BUMN untuk penyediaan pupuk dan diintegrasikan dengan berbagai program pendukung pemerintah lainnya.
Meski membawa misi besar, Heli mengingatkan para pengurus agar kehadiran KDKMP tidak menjadi ancaman bagi pelaku usaha lokal atau warung warga yang sudah berdiri lebih dulu. Koperasi harus diposisikan sebagai penguat ekosistem ekonomi desa, bukan kompetitor yang mematikan usaha rakyat.
Baca juga: Realisasi Koperasi Merah Putih di Kota Batu Terus Digeber Capai 92 Persen
“Pengelolaannya harus direncanakan secara matang, profesional, dan berbasis pemetaan potensi lokal. Usaha warga yang telah berjalan harus dijadikan mitra, bukan ditinggalkan apalagi disingkirkan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyebut peresmian ribuan koperasi di Jatim dan Jateng ini sebagai tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa. Koperasi diharapkan menjadi pilar utama dalam memperkuat distribusi pangan, logistik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























