Malang, Tugumalang.id – Dok, palu rapat paripurna telah diketuk. DPRD Kota Malang telah menyetujui rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2026 pada Rabu (1/10/2025).
Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang menjadi salah satu perhatian DPRD Kota Malang untuk bisa menjaga stabilitas APBD 2026. Pasalnya, dana transfer pusat tahun 2026 diproyeksikan merosot. Sementara Belanja Pegawai naik seiring rencana pengangkatan ribuan tenaga PPPK.
Baca juga: Banggar DPRD Kota Malang Fokuskan Alokasi APBD 2026 untuk Pengembangan SDM hingga Pelayanan Publik
Pemkot Malang mulanya mengusulkan target PAD 2026 sebesar Rp 1,035 triliun. Melihat kondisi yang ada, Banggar DPRD Kota Malang menaikkan target itu sebesar Rp 26 milyar menjadi Rp 1,062 triliun.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan untuk bisa menjaga stabilitas APBD 2026.
“Kemarin itu memang sudah dilakukan pemetaan ketika rapat kerja. TAPD juga sudah petakan dinas dinas penghasil PAD. Terlebih kan ada informasi dana transfer menurun. Maka perlu peningkatan PAD,” ucapnya.
Menurutnya, sektor sektor potensi PAD Kota Malang yang targetnya bisa dinaikkan yakni pajak daerah, retribusi daerah hingga pemanfaatan aset daerah. Meski begitu, pihaknya juga perlu memperdetail melalui Rancangan APBD 2026.
“Sementara ini kan masih plafon sementara. Nanti di RAPBD akan kami detailkan kembali. Jadi nanti kami berharap di dalam PAD juga bisa detail lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa peningkatan target PAD diakuinya memang lantaran dana transfer pusat atau Transfer Keuangan Daerah (TKD) menurun di 2026.
“Jadi memang target TKD kami turun, tetapi target PAD itu naik,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Kota Malang Soroti Kasus Warga Meninggal Diduga Terkendala Regulasi BPJS Kesehatan
Menurutnya, beberapa sektor PAD seperti pajak daerah, retribusi daerah hingga pemanfaatan aset daerah telah diperhitungkan. Bahkan ia menyampaikan optimisme capaian PAD 2026 nantinya menjadi wujud kemandirian fiskal Kota Malang.
“Kami optimistis ini bisa mengangkat PAD. Kami terus upayakan kemandirian fiskal. Kan kemandirian fiskal ini terkait dengan PAD juga,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























