MALANG, Tugumalang.id – Di tengah meningkatnya kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih, mengolah, dan menyimpan makanan. Hal ini penting agar makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.
Program MBG yang awalnya bertujuan mulia untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat kini kerap menjadi sorotan karena risiko keamanan pangan yang muncul.
Ahli Gizi dari Rumah Sakit Universitas Islam Malang (RS Unisma), Nur Widyaning R, RD, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami standar keamanan pangan agar tidak menjadi korban keracunan.
“Yang membuat makanan berisiko menimbulkan keracunan adalah jika produksi dan penyajiannya tidak sesuai standar keamanan pangan,” ungkap Nur Widyaning atau akrab disapa Widya, kepada Tugumalang.id, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Kasus Keracunan MBG, Ahli Gizi RS Unisma Paparkan Penyebab dan Tips Mengatasi Keracunan Makanan
Tips Masak Aman dan Bergizi dari Ahli Gizi RS Unisma
Widya membagikan sejumlah panduan praktis yang bisa diterapkan sehari-hari agar makanan tetap bergizi sekaligus aman:
Cuci tangan dan alat masak sebelum dan sesudah mengolah makanan.
Pisahkan talenan dan pisau, misalnya satu khusus untuk daging mentah dan satu untuk sayur atau buah.
Masak dengan suhu tepat: ayam minimal 75°C, daging sapi 70°C, dan ikan 63°C.
Hindari overcooking, karena terlalu lama dimasak dapat mengurangi kandungan gizi.
Simpan makanan dengan benar, gunakan wadah tertutup dan simpan di kulkas dengan suhu di bawah -5°C bila ingin disimpan lebih lama.
Penyebab Utama Keracunan Makanan
Menurut Widya, kasus keracunan makanan yang belakangan banyak terjadi, termasuk pada program MBG, umumnya disebabkan oleh proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan yang tidak higienis.
“Masalah utama keracunan biasanya terletak pada cara pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan yang tidak memenuhi standar,” jelasnya.
Baca juga: Sering Ngantuk Setelah Makan? Ahli Gizi RS Unisma Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dengan memahami langkah-langkah keamanan pangan tersebut, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan keluarga serta mengurangi risiko keracunan makanan di tengah maraknya kasus MBG.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























