Malang, Tugumalang.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang kembali menggelar Pelatihan Giling Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT). Kegiatan ini diikuti 50 peserta dan berlangsung pada Senin (25/8/2025) di Grand Miami Hotel Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari, 25–29 Agustus 2025 ini merupakan kegiatan ke-7 dan didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Disperindag bekerja sama dengan PT Gudang Baru Berkah Kapal Sakti Nusantara untuk meningkatkan keterampilan serta kapasitas produksi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) Kabupaten Malang.
Baca : Disperindag Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Linting Rokok SKT Berbasis Dana DBHCHT
Dorong Pertumbuhan Industri Hasil Tembakau
Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Kabupaten Malang, Ratna Indriyani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan linting rokok SKT diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri hasil tembakau sekaligus menyerap tenaga kerja baru.
“Pertumbuhan industri hasil tembakau di Kabupaten Malang terus berkembang. Maka akan menyerap banyak tenaga atau pegawai baru, terutama pegawai di bidang produksi giling rokok,” ujar Ratna.
Kekurangan Tenaga Giling Capai 7.000 Orang

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Drs. Muhammad Nur Fuad Fauzi, M.T., mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga giling terampil di Kabupaten Malang masih sangat besar. Dari hasil pendataan bersama Bea Cukai, jumlah tenaga giling yang dibutuhkan mencapai 7.000 orang.
“Rata-rata pelaku IHT mengajukan banyak permintaan pelatihan. Namun saat ini baru bisa melatih sekitar 500 orang. Mudah-mudahan ke depan bisa kita tingkatkan agar kebutuhan tenaga giling rokok SKT bisa terpenuhi,” jelas Fuad.
Baca juga: Disperindag Kabupaten Malang Usulkan Revitalisasi 6 Pasar

Hingga saat ini, pelatihan linting rokok SKT yang digelar Disperindag telah menghasilkan 350 peserta terampil. Program ini akan terus dievaluasi setiap hari untuk memastikan kualitas pelatihan dan pencapaian target produksi.
“Setiap hari kami lakukan evaluasi. Targetnya, minimal di akhir pelatihan peserta mampu menghasilkan seribu batang rokok tembakau linting,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























