Malang – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan digital marketing. Sebanyak 75 peserta dari berbagai latar belakang—mulai dari pencari kerja, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga masyarakat umum—ikut serta dalam program ini.
Pelatihan berlangsung selama delapan hari, terdiri dari tujuh hari sesi pembelajaran intensif dan satu hari uji kompetensi. Peserta yang berhasil lulus akan memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang diakui secara nasional.
Baca juga: Disnaker Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Menggunakan DBHCHT
Sekretaris Disnaker Kabupaten Malang, Mochamad Yekti Pracoyo, menegaskan bahwa penguasaan digital marketing saat ini menjadi kebutuhan mendesak di era digitalisasi. Menurutnya, dunia kerja modern menuntut SDM yang melek teknologi, termasuk kemampuan memasarkan produk dan jasa secara online.
“Sekarang sudah era digitalisasi, dan generasi muda harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tersebut. Banyak perusahaan membutuhkan pekerja yang memahami digital marketing,” ujar Yekti.
Sebelumnya, Disnaker Kabupaten Malang juga telah mengadakan pelatihan digital marketing khusus bagi pelaku UMKM yang terbagi menjadi dua kelas. Kali ini, program dibuka untuk semua kalangan dan dibagi menjadi tiga kelas, dengan materi yang disesuaikan untuk pemula hingga tingkat lanjut.
Baca juga: Perkuat Daya Saing, Disnaker Kabupaten Malang Beri Pelatihan Literasi Keuangan pada Wirausaha Penyandang Disabilitas
Pada tahun 2025, Disnaker Kabupaten Malang mendapatkan dana sebesar Rp10 miliar dari DBHCHT. Di awal tahun, mereka mendapatkan anggaran Rp8 miliar. Setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) di pertengahan tahun, mereka mendapat tambahan Rp2 miliar.

Yekti menyebut, dana ini mereka manfaatkan untuk memberikan pelatihan gratis bagi warga Kabupaten Malang. Pelatihan ini tak terbatas pada digital marketing, tapi juga keterampilan lainnya.
“Kami berterima kasih kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Malang yang telah mengalokasikan anggaran ini untuk kami,” kata Yekti.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Muslimin, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan dukungan penuh terhadap program pelatihan yang dianggap sangat strategis untuk mengurangi angka pengangguran di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat bermanfaat. Harapannya, para peserta nantinya tidak hanya siap masuk ke dunia kerja tapi juga bisa membuka usaha sendiri dari rumah,” ujar Muslimin.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
























